Bahlil Ungkap Pabrik Baterai Mobil Listrik RI Rp 142 T Dibangun Juli

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 19 Jun 2021 22:30 WIB
Bahlil Lahadalia (Andhika Prasetia/detikcom)
Foto: Bahlil Lahadalia (Andhika Prasetia/detikcom)

Bahlil berharap pengusaha tambang nikel yang sudah berizin khususnya di daerah ikut andil dalam proyek besar tersebut. Dia juga tegaskan pengusaha besar dan investor asing harus melibatkan pengusaha daerah.

"Harapannya, teman-teman yang sudah mempunyai Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di daerah bisa berkolaborasi dengan investor-investor yang masuk di Indonesia maupun pengusaha dalam negeri," terangnya.

Sistem kolaborasi itu telah tertuang dalam UU Cipta Kerja. Bahlil menyebutkan dalam UU itu dijelaskan setiap investasi yang masuk ke Indonesia wajib melibatkan pengusaha daerah.

"Investasi yang masuk wajib bergandengan dengan pengusaha daerah kalau nggak bisa bagaimana caranya biar bisa dengan cara kita, nggak boleh pengusaha daerah hanya jadi penonton, pengusaha daerah harus ikut, dan harus ikut mengambil bagian," tandanya.

Sebagai informasi, pabrik baterai mobil listrik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG berada di di Kota Deltamas, Karawang, Jawa Barat.

Pembangunan tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi baterai mencapai 10 gigawatt hour (GWh), yang akan dipakai untuk kendaraan listrik dari Hyundai.


(ara/ara)