Pekerja Asing ke Industri Strategis, Luhut: Kita Nggak Boleh Marah-marah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 22 Jun 2021 21:47 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta investor PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) turut meningkatkan kualitas pendidikan di Halmahera Tengah. Luhut meminta agar IWIP membangun politeknik di wilayah tesebut.

Hal itu disampaikan Luhut saat berkunjung ke kawasan IWIP di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (22/6/2021).

"Saya minta juga untuk IWIP membantu tingkatkan kualitas pendidikan disini dengan membangun politeknik seperti di Morowali. Sehingga nanti anak-anak lokal bisa menikmati pendidikan yang berkualitas," katanya dalam keterangan tertulis.

Dengan kondisi kawasan industri yang terintegrasi tersebut, menurut Luhut sudah dapat menjadi tempat praktik yang bagus.

"Jadi semua industri strategis seperti ini, nanti harus ada Poltek (Politeknik) yang khusus untuk menampung anak-anak di sekitar pabrik agar suatu ketika bisa menggantikan pegawai-pegawai asing di pabrik-pabrik ini," ujarnya.

Menurut Luhut, kurang tepat bila hanya menyalahkan masuknya tenaga asing ke sektor-sektor industri strategis tanpa mempelajari teknologi yang mereka miliki. Dengan mempelajarinya, maka terjadi alih teknologi.

"Kita ngga boleh marah-marah karena ngga dapat tempat karena bagaimana juga teknologinya kita harus belajar juga. Jadi ada alih teknologi," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Luhut juga mengamati sudah mulai ada tenaga kerja lokal yang bekerja di bagian teknis.

"Seperti kita lihat tadi di room control sudah banyak anak-anak kita. Ada yang dari jurusan Matematika, Pariwisata dan macam-macam . Tapi saya minta harus ada sekolah yang khusus agar bisa lebih bagus ke depannya," ujarnya.

Selain Politeknik untuk masyarakat lokal, Luhut juga meminta kepada Vice President PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kevin He untuk memperhatikan aspek lingkungan. Dia juga minta agar PT IWIP melakukan penanaman mangrove di sekitar kawasan seperti di Kawasan Industri Morowali .

"Saya minta juga kepada Kevin agar lingkungan dijaga sehingga lebih bersih, seperti air pengeluaran dari power plan PLTU agar diperiksa sehingga clean," urainya.

"Saya minta juga Pemda bisa terlibat dalam penanaman (mangrove) tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Vice President PT IWIP Kevin He mengaku terhormat dengan kedatangan tersebut. Ia berharap dan akan berupaya agar PT IWIP bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Saat ini kawasan industri ini terus berkembang. Mudah-mudahan ke depannya Kawasan IWIP akan selalu memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini, lebih khususnya untuk masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri," katanya.

(acd/dna)