DPR Panggil Bos Pupuk Bahas Rencana Bangun Pabrik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 11:05 WIB
Komisi VI DPR
Ilustrasi/Foto: Vadhia Lidyana
Jakarta -

Komisi VI DPR RI memanggil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman siang ini. Ia dipanggil untuk rapat dengar pendapat (RDP) membahas rencana pembangunan pabrik pupuk.

Rapat dibuka dan dipimpin Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung. Martin mengatakan, rapat ini dihadiri 20 anggota dari 9 fraksi sehingga kuorum telah terpenuhi.

"Menurut laporan dari sekretariat Komisi VI DPR rapat dengar pendapat hari ini dihadiri dan ditandatangani oleh 20 orang dari 54 anggota Komisi VI yang terdiri dari 9 fraksi. 20 orang ini virtual, secara virtual 16 dan secara fisik 4. Maka, dengan demikian kuorum telah terpenuhi sebagaimana ditentukan pasal 281 ayat 1 Peraturan DPR Tahun 2020 tentang Tata Tertib," katanya seperti disiarkan melalui Youtube Komisi VI, Kamis (24/6/2021).

Dia mengatakan, rapat ini membahas pembangunan pabrik pupuk. Menurut Martin, industri pupuk merupakan sektor strategis yang bisa memacu perekonomian nasional.

"Dalam rangka pembahasan rencana pembangunan pabrik pupuk, seperti kita ketahui industri pupuk merupakan sektor strategis untuk memacu perekonomian nasional, dan berperan penting mendorong peningkatan produksi sektor pertanian," katanya.

Dia menjelaskan, dalam APBN 2021, pemerintah menganggarkan subsidi pupuk sebesar Rp 25,3 triliun. Angka tersebut turun 5,59% dibanding realisasi tahun 2020 yakni Rp 26,8 triliun.

Ia menambahkan, beberapa tahun terakhir produksi pupuk kerap tidak memenuhi kebutuhan pasar domestik. Dia bilang, ada sejumlah tantangan yang dihadapi seperti pasokan bahan baku hingga kebutuhan energi.

"Beberapa tantangan yang dihadapi industri pupuk dalam negeri terbatasnya pasokan bahan baku dan energi, harga gas yang belum komepetitif, permasalahan tenaga listrik yang boros dikarenakan pabrik yang usianya sudah tua, maupun permasalahan pasokan listrik terutama untuk rencana proyek pembangunan pabrik pupuk di wilayah timur Indonesia," terangnya.

Tonton juga Video: Sambut Musim Tanam, Wamentan Pastikan Stok Pupuk Subsidi Cukup

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)