Pupuk Indonesia Masih Kaji Lokasi Pabrik di Papua, Ini Bocorannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 06:52 WIB
Pupuk Indonesia
Foto: Dok. Pupuk Indonesia
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) akan mengkaji lebih dalam terkait lokasi pembangunan pabrik pupuk dan methanol di Papua Barat.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan lokasi yang dipertimbangkan yakni Bintuni dan Fakfak, dengan mengacu pada nilai keekonomian.

"Kami juga sudah bicara dan didukung Pak Bahlil, Menteri Investasi, karena beliau adalah putra daerah, jadi beliau akan mencarikan juga lokasi alternatif yang lebih murah dan ekonomis. Masalah lokasi ini kami akan kaji lebih dalam. Lokasi belum firm," kata Bakir Pasaman dalam rapat kerjanya bersama Komisi VI DPR, Kamis (24/6/2021).

Bakir menerangkan, Pupuk Indonesia merencanakan kapasitas amonia 2500 Metric Ton Per Day (MTPD), Urea 3500 MTPD dan Methanol mencapai 3000 MTPD. Proyek Bintuni akan berada dan dilaksanakan oleh PT Pupuk Kaltim.

Khusus untuk proyek methanol, rencananya akan dilakukan secara join venture dengan partner strategis, dimana Pupuk Kaltim akan bertindak sebagai mayoritas.

"Kebutuhan pendanaan untuk proyek Bintuni direncanakan dipenuhi dari rencana IPO PKT, rencana dilakukan di kuartal kedua 2022," terang dia.

Untuk suplai gas, sambung Bakir, pihaknya sudah mengajukan alokasi gas pada Januari 2021 kepada Kementerian ESDM. Untuk amonia urea sebesar 102 BBTUD, sementara methanol 99 BBTUD. Penandatanganan MoU gas dengan Genting Oil sendiri sudah dilakukan pada 17 Juni 2021 dengan target PJBG pada Desember 2021.

"Alhamdulilah sudah dimediasi dengan baik oleh Kementerian ESDM dan SKK Migas, kami sudah negosiasi dan hasilnya cukup bagus. Harga gas yang disepakati antara PI dan Genting Oil untuk Amonia Urea dan methanol di angka US$ 3,6 + Formula. Cukup kompetitif," terangnya.

(ara/ara)