Terbaru! Ini Jadwal Kedatangan Vaksin COVID-19 Selanjutnya

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 09 Jul 2021 17:47 WIB
Menurut peneliti, vaksin buatan Modern Inc dikabarkan mampu untuk menangkal COVID-19 varian Delta.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dalam waktu dekat RI akan kembali kedatangan vaksin COVID-19. Dia mengatakan, setidaknya ada total 441 juta dosis vaksin yang dikumpulkan Indonesia hingga akhir tahun 2021.

Adapun pada bulan ini pihaknya akan menerima dosis vaksin sebanyak 33 juta dari Amerika Serikat. "Seperti tadi Pak Menko sampaikan, terima kasih kepada teman-teman dari Amerika yang sudah memberikan moderna 4 juta akan datang bertahap, tahap pertamanya akan datang minggu ini," kata Budi dalam konferensi pers PPKM Luar Jawa-Bali, Jumat (9/7/2021).

Kemudian vaksin selanjutnya akan datang dari Jepang sebanyak 2,1 juta dosis. Budi mengatakan, sebagian sudah diterima dan total dosis akan datang di pekan ini.

Lalu ada vaksin dari Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX sebanyak 3,4 juta dosis. Dengan begitu, kata dia, semakin banyak vaksin yang diterima maka akan mempercepat proses vaksinasi bagi masyarakat.

"Makin banyak vaksin yang datang, kita bisa menyuntikan ini ke rakyat kita dengan lebih cepat," ujarnya.

Pada Juli, Indonesia akan menerima 33 juta dosis vaksin COVID-19, berlanjut Agustus sebanyak 45 juta dosis dan naik hingga puncaknya pada Oktober 2021 sebanyak 85 juta dosis vaksin COVID-19.

"Walaupun data ini berubah even setiap hari karena memang ada ketidakpastian dari sisi suplainya. Setidaknya kalau kita lihat secara akumulasi sampai akhir tahun ini kita bisa menerima 441 juta dosis," jelasnya.

Sekedar diketahui, untuk mencapai herd immunity, Indonesia menargetkan vaksinasi pada 181,5 juta jiwa atau setara dengan 363 juta dosis. Dengan total vaksin tersebut, Budi menyebut seharusnya sudah dapat memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.

"Seperti teman-teman ingat target vaksinasi 181,5 juta orang atau 363 juta dosis. Harusnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh target populasi kita," pungkasnya.

(eds/eds)