Kimia Farma Bantah Cari Untung dari Vaksinasi Berbayar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 19:00 WIB
Sebanyak 50.000 warga Bekasi menerima divaksin di Stadion Patriot Candrabhaga, Kamis (8/7). Para Nakes berjibaku melayani warga.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Kimia Farma Tbk menepis jika perusahaan hanya cari untung dari pelaksanaan program vaksinasi gotong royong individu. Kimia Farma menyatakan, pada prinsipnya perusahaan mendukung program pemerintah.

Kemudian, untuk komponen sudah terbuka dan sudah dikaji lembaga independen.

"Jadi pada prinsipnya kita ini mendukung, tidak ada untuk komersialisasi dan sebagainya, seperti yang disampaikan Pak Bambang tadi, semuanya sudah terbuka baik itu dari sisi komponen harga dan sebagainya dan sudah dilakukan review oleh lembaga independen," kata Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno dalam konferensi pers, Minggu (11/7/2021).

"Sehingga kami salah satu BUMN itu mendukung untuk percepatan dan untuk perluasan daripada vaksinasi gotong royong, sehingga bukan untuk melakukan komersialisasi," tambahnya.

Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan, harga vaksin telah diatur oleh pemerintah. Kemudian, struktur harganya pun sudah jelas.

Menurutnya, tidak ada yang ditutup-tutupi dari pelaksanaan vaksinasi gotong royong individu ini.

"Untuk harga, saya kira sudah ditetapkan dalam keputusan Menteri Kesehatan, harga sudah dilakukan juga atensi atau review dengan BPKP, strukturnya harganya sudah terbuka, dibuka dengan jelas. Jadi saya kira tidak ada yang ditutupi termasuk banyak isu margin berapa, di situ sudah ditetapkan dengan seluas-luasnya, seterbuka mungkin," ungkapnya.

(acd/dna)