Soal Vaksin Berbayar, Pengusaha: Bagi yang Mampu Bayar Sendiri Tak Masalah

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 13 Jul 2021 08:57 WIB
Program vaksinasi COVID-19 massal masih terus digencarkan di Indonesia. Tak hanya sasar orang dewasa, vaksinasi COVID-19 juga sasar anak usia 12 hingga 17 tahun
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendukung adanya vaksin gotong royong individu atau vaksin berbayar. Menurut Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming kombinasi antara vaksin gratis dan mandiri bisa mempercepat vaksinasi.

"Untuk mempercepat vaksinasi, HIPMI mendukung pemerintah harus ada vaksin yang berbayar, karena tidak semua masyarakat mau gratis. Bagi yang mampu. Bayar sendiri tidak masalah, yang penting bisa vaksin dan juga bisa bantu pemerintah," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

"Sudah saatnya kita saling gotong royong keluar dari permasalahan COVID-19 ini dan bukan saling menyalahkan, HIPMI sebagai pengusaha muda harus di depan. Tidak ada kata menyerah untuk pengusaha muda HIPMI. Kita all out bantu pemerintah untuk bersama-sama menuntaskan pandemi ini," sambungnya.

Dia menilai harus ada kombinasi antara vaksin gratis dan berbayar supaya vaksinasi COVID-19 bisa berjalan dengan cepat dan merata. Jadi, dia berpendapat vaksin mandiri merupakan langkah yang baik.

"Sehingga, target vaksinasi pemerintah bisa segera tercapai. Ini adalah langkah cukup bagus untuk membantu pemerintah dalam rangka mempercepat program vaksinasi di Indonesia," tutur Maming.

Kata dia kebijakan vaksinasi berbayar menjadi alternatif untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi nasional dan target kekebalan kelompok. Vaksinasi berbayar masuk program vaksinasi gotong royong, lantaran sebelumnya hanya perusahaan berbadan hukum saja yang boleh menyelenggarakan untuk para karyawan.

"Saat ini, pemerintah membuka vaksinasi gotong royong untuk perorangan agar akselerasi semakin cepat. Tujuannya pelaksanaan vaksinasi semakin cepat, masyarakat semakin banyak pilihan. Kita harapkan perekonomian bisa cepat pulih solusinya adalah vaksinasi ini," jelasnya.

Menurutnya program vaksinasi gratis dari pemerintah tidak terganggu meski ada vaksin berbayar. Vaksinasi gotong-royong perorangan menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengakses vaksin COVID-19.

"Lebih baik lagi jika swasta juga bisa turut membantu untuk memasukkan merk lain untuk mengakselerasi dan mempercepat vaksinasi. Langkah yang cepat agar semua warga divaksin dan cepat juga berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, seperti negara yang sudah selesai vaksinasinya dan tidak wajib pakai masker lagi. Singapura dan Inggris juga sedang mempersiapkannya. Amerika juga sudah tidak wajib pakai masker lagi," tutupnya.

(toy/dna)