Produsen Lucky Strike Mau Bikin Vape Ganja?

Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 11:46 WIB
vape
Foto: shutterstock
Jakarta -

Perusahaan tembakau terbesar di Inggris, British American Tobacco (BAT), mengatakan bahwa saat ini mereka sedang melihat produksi cannabis alias ganja sebagai bagian dari masa depannya.

Produsen rokok Dunhill Pall Mall hingga Lucky Strike ini melihat produk olahan ganja sebagai prospek baru ketika mereka sedang mencoba untuk menjauh dari penjualan rokok tradisional.

Melansir dari BBC, Kamis (29/7/2021), pada bulan Maret lalu, BAT telah membeli sejumlah saham di pembuat ganja medis asal Kanada, Organigram. Dengan pembelian saham ini, mereka juga menandatangani kesepakatan untuk meneliti berbagai produk olahan ganja baru, yang awalnya berfokus pada cannabidiol (CBD).

Sebagai informasi, cannabidiol (CBD) adalah senyawa kimia yang ada dalam tanaman Kanabis, atau lebih dikenal sebagai ganja atau mariyuana. Produk olahan ganja atau cannabidiol (CBD) inilah yang nantinya ingin dikembangkan oleh perusahaan rokok tersebut sebagai produk rokok elektronik atau vape.

Eksekutif sekaligus kepala pemasaran BAT Kingsley Wheaton mengatakan bahwa saat ini perusahaan melihat produk terkait ganja sebagai bagian dari prospek pertumbuhan masa depan perusahaan. Karenanya saat ini perusahaan sedang menguji coba produk vape CBD di Manchester.

"Saat kami memikirkan portofolio kami untuk masa depan, tentu saja di luar produk nikotin menarik bagi kami sebagai gelombang lain pertumbuhan di masa depan," eksekutif BAT Kingsley Wheaton mengatakan kepada Radio 4's Today Programme.

"Saya pikir (vaping CBD) adalah bagian dari masa depan, tetapi tantangan saat ini adalah mengurangi bahaya dalam alternatif tembakau dan nikotin, mendorong orang untuk beralih," jelasnya lagi.

(zlf/zlf)