Mau Setop Jual Rokok, Produsen Marlboro Bidik Perusahaan Obat Asma

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 09 Agu 2021 09:54 WIB
Pemerintah akan menaikkan cukai rokok 23% dan harga jual eceran (HJE) 35% mulai tahun depan.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Produsen rokok Marlboro asal Amerika Serikat (AS) Philip Morris menaikkan tawarannya untuk membeli produsen obat pernapasan Vectura. Penawaran itu lebih dari 1 miliar poundsterling setara Rp 19 triliun (kurs Rp 19.897).

Dikutip dari BBC, Senin (9/8/2021) Kenaikan penawaran itu didorong oleh perusahaan ekuitas swasta AS Carlyle yang memberikan penawaran akuisisi sebesar 958 juta poundsterling. Beredar kabar penawaran Carlyle yang akan lebih menarik, maka Philip Morris langsung menaikkan tawarannya.

Pihak Philip Morris memberikan penawaran 1,65 poundsterling per lembar saham, dengan total penawaran akuisisi sebesar 1,02 miliar poundsterling. Per lembar saham dari Philip Morris lebih tinggi 10% dibandingkan tawaran Carlyle sebesar 1,55 poundsterling per saham.

Philip Morris mengatakan akan mengoperasikan Vectura sebagai unit bisnis otonom yang akan menjadi tulang punggung bisnis terapi inhalasinya, karena pihaknya berencana berhenti menjual rokok di Inggris dalam waktu 10 tahun dan berfokus pada alternatif, seperti tembakau.

Rencana itu untuk mendukung larangan pemerintah terhadap rokok dan membantu memecahkan masalah merokok. Namun, hingga penawaran dari Philip Morris dipublikasi, Vectura belum menanggapi permintaan untuk mengomentari tawaran baru tersebut.

Sementara, Vectura merupakan produsen obat-obatan inhalasi dan perangkat untuk mengobati penyakit pernapasan seperti asma.

(ara/ara)