BPOM Filipina Dicecar soal Duit Bloomberg untuk Kampanye Anti Iklan Rokok

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 13 Sep 2021 15:18 WIB
Anak dan rokok
Foto: iStock
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Filipina, diduga telah melanggar undang-undang karena menerima dan meminta uang hibah dari organisasi swasta asing, The Union. Untuk diketahui The Union adalah organisasi swasta asing yang didanai oleh perusahaan media, Bloomberg Initiative.

DPR Filipina menduga adanya sumbangan dana itu, bisa mempengaruhi keputusan dari FDA negaranya. Mengingat FDA sendiri merupakan badan yang mengatur, aturan tembakau. Sedangkan The Union organsasi dengan kampanye anti-tembakai. DPR juga mayakini hal tersebut sama dengan penyuapan.

"Sangat jelas bahwa sumbangan itu dilakukan untuk mempengaruhi FDA, itu sama saja dengan penyuapan. Kami tidak bisa menjadi boneka institusi yang bahkan bukan orang Filipina. Ini bukan hanya pelanggaran terhadap undang-undang yang kita miliki, ini adalah pelanggaran terhadap Konstitusi kita," kata salah satu anggota DPR Filipina, Rep. Sharon Garin, dikutip dari Manila Standart, Senin (13/9/2021).

Dugaan adanya pelanggaran ini, merupakan buntut dari pernyataan Direktur Jenderal FDA Rolando Enrique D. Domingo yang mengatakan telah menerima hibah dari The Union sebesar US$ 150.430. Hal itu disampaikan pada 2016.

UU yang mungkin dilanggar oleh FDA Filipina adalah Anti-Graft and Corrupt Practices Act of 1960, Code of Conduct and Ethical Standards untuk Pejabat dan Pegawai Publik, Undang-Undang Peraturan Tembakau tahun 2003, Undang-undang Lobi tahun 1957 dan Undang-Undang Agen Asing Batas.

Wakil Ketua DPR Rufus Rodriguez, mengulas salah satu pelanggaran FDA. Berdasarkan RA 6713, dilarang bagi pejabat publik dan karyawan untuk meminta atau menerima, secara langsung atau tidak langsung, hadiah, gratifikasi, bantuan, hiburan, pinjaman, atau apa pun yang bernilai uang dari siapa pun dalam rangka tugas resmi mereka atau sehubungan dengan setiap operasi yang diatur oleh, atau setiap transaksi yang dapat dipengaruhi oleh fungsi kantor mereka.

Rodriguez juga mengatakan, pendanaan itu menjadi masalah justru karena FDA adalah badan pemerintahan yang ditugaskan untuk merumuskan pedoman tentang industri tembakau.

"Tentu saja itu mempengaruhi pengambilan keputusan FDA tentang peraturan yang berkaitan dengan tembakau. Apakah FDA tidak tahu persis bahwa dana ini akan digunakan untuk melawan industri tembakau?" tanya Rodriguez.

Bersambung ke halaman selanjutnya.