Jokowi Yakin RI Makin Seksi di Mata Produsen Kendaraan Listrik, Kenapa?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 11:14 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Indonesia akan semakin diminati para produsen kendaraan listrik. Sebab Indonesia selain memiliki cadangan nikel yang cukup banyak dan tengah mengembangkan hilirisasi.

Jokowi menerangkan Indonesia memiliki cadangan nikel yang terbesar di dunia. Dengan cadangan yang sebesar itu, sangat disayangkan jika tidak dikelola dengan baik untuk menjadi industri turunan.

Hari ini pun telah dilakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang milik PT HKML Battery Indonesia ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 1,1 miliar atau setara Rp 15,62 triliun (kurs Rp 14.200).

Pabrik baterai kendaraan listrik itu merupakan bagian dari nota kesepahaman yang disepakati antara Indonesia dengan Korea Selatan terkait proyek investasi cell battery kendaraan listrik terintegrasi senilai US$ 9,8 miliar atau setara Rp 142 triliun.

Pabrik baterai kendaraan listrik itu diyakini Jokowi menjadi penambah daya tarik Indonesia bagi produsen kedaraan listrik lainnya.

"Pengembangan industri baterai juga akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai. Seperti investasi motor listrik, bus listrik dan industri mobil listrik," ucapnya disiarkan melalui dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/9/2021).

Jokowi menegaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan dan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik. Pemerintah juga akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha atau investor yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia.

"Pemerintah juga terbuka atas berbagai inisiatif kerjasama dengan negara-negara sahabat. Kami berharap kolaborasi antara perusahaan Korsel dengan perusahaan Indonesia ini semakin bisa diperkuat, termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik ini," tutupnya.

(das/ara)