Pabrik Gula RI Banyak yang Sudah 'Bangkot', Usianya 2 Abad Lebih

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 13:39 WIB
Salah satu pabrik gula (PG) yang dibangun masa kolonial adalah PG Delanggu. Namun kini pabrik yang terletak di Desa/ Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu tinggal sisa bangunan-bangunan tua yang dimakan jaman. PG tersebut menurut catatan dibangun tahun 1917. Pada tahun 1933, pabrik berhenti beroperasi karena dampak krisis ekonomi malaise.
Ilustrasi/Foto: Achmad Syauqi
Jakarta -

Pembentukan holding pabrik gula di bawah Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN Group tengah berjalan. Nantinya, holding ini akan membangun pabrik baru karena saat ini banyak pabrik berumur tua, bahkan ada yang dibangun dari tahun 1800-an.

Direktur Utama Holding PTPN III Mohammad Abdul Ghani menjelaskan, pembentukan perusahaan atau sugar company (SugarCo) telah dilakukan pada 17 Agustus 2021 dengan nama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Kemudian, SGN ini disahkan Kementerian Hukum dan HAM pada 19 Agustus 2021.

Dia juga mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung pembentukan SugarCo ini. Nantinya, kepemilikan saham SugarCo ini yakni 51% PTPN (pemerintah) dan sisanya 49% investor.

"Pak Menteri rapat kabinet, informasi dari Pak Menteri menyatakan bahwa Presiden mendukung terbentuk SugarCo sebagai tujuan yang disampaikan meningkatkan produksi, meningkatkan kesejahteraan petani, menstabilkan harga," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Senin (20/9/2021).

Lebih lanjut, adapun proses yang masih berjalan saat ini adalah penyusunan proposal permintaan persetujuan kepada kreditur. Kemudian dilanjutkan dengan proses spin off.

"Kami sedang dalam proses sekarang ini pak, proses valuasi sedang berjalan KJPP. Lalu sedang proses due diligence jadi mereka akan segera mengirimkan tim, mengevaluasi, sebelum mereka menyampaikan offering," katanya.