Apa Sih Bedanya Rokok dan Vape?

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 26 Sep 2021 15:23 WIB
closeup woman hand destroying cigarette stop smoking concept
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Produk tembakau alternatif dipandang sama berbahayanya dengan rokok bagi kesehatan. Ada juga yang menyebut produk tembakau alternatif lebih berisiko dibandingkan rokok.

Benarkah?

Ahli onkologi bedah bersertifikat di Mercy Medical Center di Baltimore, Kurtis A. Campbell, MD mengungkap faktanya.

Rokok

• Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, merokok berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke sebanyak 2 sampai 4 kali.
• Perokok pria berpotensi terkena kanker paru-paru sebanyak 25 kali, sedangkan perokok perempuan sebesar 25,7 kali.
• Tak hanya itu, merokok juga dapat menyebabkan kanker di bagian tubuh lainnya seperti kandung kemih, darah, serviks, tenggorokan, hati, pankreas, perut, ginjal, dan ureter.
• Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rokok menyebabkan lebih dari 8 juta kematian setiap tahun. 7 juta di antaranya diakibatkan dari penggunaan langsung, sementara sekitar 1,2 juta lainnya adalah kematian akibat paparan asap rokok kepada non-perokok.
• Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR yang merupakan hasil dari pembakaran rokok, mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Dari sekitar 7.000 bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.

"Tidak diragukan lagi, berhenti merokok. Jika berhenti merokok, Anda secara dramatis menurunkan risiko," kata Kurtis seperti dikutip dari Yahoo Life, Rabu (22/9/2021).

Lalu, sebetulnya informasi apa yang akurat tentang produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, maupun snus? Berikut ini faktanya:

• Layanan Kesehatan Nasional Inggris menjelaskan produk tembakau alternatif tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan TAR maupun karbon monoksida, dua elemen yang paling berbahaya dari asap rokok.
• Cara bekerja produk tembakau alternatif adalah dengan memanaskan tembakau untuk menghasilkan nikotin. Nikotin sendiri, meskipun bersifat adiktif, tetapi sebetulnya bukanlah penyebab utama berbagai penyakit terkait merokok.
• Sejauh ini, hasil penelitian yang ada membuktikan bahwa produk tembakau alternatif berbeda dengan rokok. Tidak seperti rokok yang menghasilkan asap yang diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan, hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok adalah aerosol (uap) serta tidak menghasilkan TAR.
• Public Health England, lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, dalam Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 menyebutan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95% daripada rokok.

"Keyakinan yang salah bahwa produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan merokok dapat mencegah ribuan perokok beralih ke produk ini untuk membantu mereka berhenti," kata Profesor Lion Shahab dari Universitas College London, seperti dikutip dari The Guardian.

Sekarang teman-teman tahu bahwa produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, dan snus, memiliki dampak negatif terhadap kesehatan yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok. Semoga penjelasan di atas menjawab kebingungan teman-teman selama ini ya!

(/)