Bikin Sedotan dari Rumput Laut, Orang RI Disuntik Modal Hampir Rp 1 M

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 14:10 WIB
Geliat Petani Rumput Laut
Ilustrasi Rumput Laut
Jakarta -

Seorang penemu asal Indonesia meraih juara 1 kompetisi tingkat dunia Battle of Minds 2021. Berkat gagasan produk sedotan berbahan dasar rumput laut, Tim Ijo yang mewakili RI mengalahkan perwakilan terbaik dari 24 negara peserta lainnya dari seluruh dunia.

Atas raihan juara 1 kompetisi tersebut, Tim Ijo yang membawa ide sustainable bioplastic berhasil memperoleh pendanaan dari BTomorrow Ventures senilai GBP 50.000 atau hampir Rp 1 miliar.

Pengumuman pemenang dilakukan secara virtual pada akhir minggu lalu dan dihadiri oleh manajemen Global BAT dan BTomorrow Ventures di Inggris selaku penyelenggara kompetisi, serta para finalis dari seluruh dunia.

Sustainable Bioplastic sendiri merupakan inovasi untuk memproduksi sedotan berbahan dasar rumput laut (seastraw) yang menjadi terobosan pengganti sedotan plastik yang lebih ramah lingkungan, murah dan mudah diproduksi (sustainable), dan bahkan dapat dimakan.

Menurut The United Nations Environment Programme (UNEP), saat ini penduduk di seluruh dunia memproduksi 300 juta ton sampah plastik setiap tahunnya. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia' menghasilkan sampah plastik sebanyak 64 juta ton per tahun, salah satunya berasal dari plastik sekali pakai.

Inovasi sustainable bioplastic dari Tim Ijo yang beranggotakan Rahadiyan Dewangga Garuda dan Nia Julies ini menjadi salah satu solusi penting untuk menyelamatkan Indonesia dan dunia dari kerusakan lingkungan akibat sampah plastik. Lantaran terbuat dari bahan alami, sedotan tersebut nantinya dapat dengan mudah terurai dengan sendirinya (biodegradable), sehingga dapat mengurangi jumlah sampah plastik di bumi.

"Sangat sulit dipercaya bahwa kami bisa menjadi juara utama. Kami hanya berharap bahwa kami akan masuk ke dalam 10 besar saja. Dengan kemenangan ini, kami semakin dekat dengan mimpi kami yang ingin menggantikan produk sedotan berbahan plastik sekali pakai dengan produk kami yang lebih ramah lingkungan, mudah diproduksi, mudah terurai secara alami dan tentunya memiliki dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," kata Rahadiyan dikutip detikcom, Kamis (11/11/2021).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Go Green! Sedotan Bambu dari Madiun

[Gambas:Video 20detik]