Jokowi Mulai Ancang-ancang Setop Ekspor Bauksit-Tembaga Mentah

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 14:28 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegas dengan keinginannya tentang hilirisasi industri besar-besaran. Jokowi menegaskan, Indonesia akan terus berupaya menyetop ekspor bahan mentah (raw material).

Pada 2022, Jokowi berencana akan menyetop ekspor bauksit. Lalu pada tahun selanjutnya atau 2023, Jokowi juga berkeinginan untuk menyetop ekspor tembaga.

"Nikel pertama, sudah setop. Tahun depan mungkin bisa setop bauksit, kalau smelter kita siap (akan) setop bauksit. Tinggal kita bisa membuka lapangan kerja, hilirisasi industrialisasi di negara kita. Bauksit sudah, tahun depannya lagi setop tembaga karena smelter kita di Gresik sudah hampir selesai," kata Jokowi dalam acara Kompas CEO Forum 2021, Kamis (18/11/2021).

Tujuan kebijakan larangan ekspor bahan mentah tersebut tidak lain agar Indonesia dapat merasakan nilai tambah. Jokowi mengatakan, saat ekspor bahan mentah khususnya nikel dihentikan, nilai barang bisa meningkat hingga 10 kali lipat.

Jokowi juga memperkirakan, karena Indonesia sudah mulai menyetop ekspor nikel dan diganti dengan produk barang seperti besi dan baja maka nilai tambah diprediksi menyentuh US$ 20 miliar pada akhir tahun 2021.

"Begitu bauksit juga sama, tembaga juga sama. Kenapa berpuluh-puluh tahun kita tidak lakukan ini? Sehingga neraca perdagangan kita baik, transaksi berjalan, (ekonomi) kita menjadi semakin baik," paparnya.