Kawasan Industri Hijau Kaltara Mau Dibangun, Jokowi Kaget Gara-gara Ini

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 22 Nov 2021 16:35 WIB
Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri. Ratas itu membahas mengenai pengadaan alutsista.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara harus digenjot sehingga bisa segera dibangun bulan depan. Jokowi pun menyampaikan sejumlah arahan.

"Carikan Investor yang bisa masuk ke sana. Kalau sudah masuk, jangan masuk lagi ke grid PLN, bikin grid sendiri, buat industri sendiri. Ada nggak yang masuk masuk, sehingga bulan depan bisa groundbreaking Green Industrial Park di Kalimantan Utara yang energinya hydropower," kata Jokowi dalam Live Opening Ceremony Virtual The 10th Indo EBTKE ConEx 2021, Senin (22/11/2021).

Jokowi menyebut, kini sudah banyak investor atau industri yang ingin masuk dalam pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara.

"Industri yang mau masuk antre ini saya kaget, yang ingin semua produknya dicap green produk dengan nilai harga yang lebih tinggi dari produk-produk dari energi fosil," jelasnya.

Dengan melihat dana untuk pembangunan energi terbarukan lebih mahal, maka Jokowi memerintahkan kementerian terkait bisa mencari jalan keluar mengenai skenario dan siapa yang akan menanggung dana jika ada kenaikan harga energi.

"Kalau ini nggak jalan kita menghadapi global, mau gratisan? Nggak mungkin mereka nombokin gap ini gratisan. Percaya. Kita sudah berbicara kepada World Bank, dengan investor dari Inggris juga, pertanyaan pasti ke sana siapa yang menanggung itu," tuturnya.

Jokowi menegaskan, jika kalkulasi mengenai dana, kenaikan harga siapa yang menanggung, dan adanya skenarionya menuju transisi energi jelas, maka akan disampaikan dalam ajang Presidensi G20 tahun depan.

"Syukur-syukur bisa dirumuskan 'Pak ini dari ini jurus ini bisa diselesaikan.' Kalau sudah ketemu bisa saya sampaikan. Saya tidak mau seperti dua tahun lalu dan setahun yang lalu. Kalau ada berarti bisa menyelesaikan transisi energi. Kalau nggak ada saya juga tidak bicara, pusing tetapi nggak ada hasilnya," tutupnya.

(ara/ara)