Wow! Teknologi Pembuatan Baja Tercanggih Dunia Ada di Indonesia

Sponsored - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2021 11:00 WIB
Meningkatnya kebutuhan baja lapis alumunium seng (BJLAS) membuat PT Tata Metal Lestari diminta untuk memenuhi kebutuhan itu.
Ilustrasi. Foto: dok. Kemenperin
Jakarta -

Industri baja asal Negeri Sakura memang terkenal, sebagian karena perannya yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Jepang pada tahun 1950-an. Pada tahun 1970-an, besi dan baja merupakan ekspor utama Jepang, menyumbang lebih dari 14,7% dari total ekspor.

Sementara itu tahun 2021 saja, produksi baja mentah untuk Jepang diperkirakan akan meningkat sebesar 9,8% antara Oktober dan Desember, mencerminkan peningkatan permintaan secara domestik dan global untuk produsen mobil dan mesin industri.

JFE Steel adalah produsen baja Jepang terbesar kedua, didirikan pada tahun 2002, melalui penggabungan bisnis manufaktur baja Kawasaki Steel dan NKK (Nihon Kokan).

PT JFE Steel Galvanizing Indonesia (JSGI) adalah anak perusahaan dari JFE Steel Corporation, yang memiliki teknologi pembuatan baja tercanggih di dunia, dan jumlah pabrik baja terbesar kedua di Jepang.

Sama seperti di Jepang, Indonesia juga mengandalkan baja, dengan nilai pasar global sekitar US$ 225 miliar per tahun. JSGI baru saja didirikan, sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang dilengkapi untuk membuat lembaran baja galvanis berkualitas tinggi untuk manufaktur mobil.

Sejalan dengan rekan-rekan Jepang mereka, JFE Steel Galvanizing Indonesia memutuskan untuk meningkatkan dan berinvestasi dalam memperluas kapabilitas mereka pada tahun 2021. Yang paling penting adalah terkait masalah teknologi serta bagaimana hal itu dapat digunakan untuk memungkinkan praktik bisnis yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih produktif.

Solusi JSGI & Topologi yang Ada

Setelah melakukan penelitian, JSGI memutuskan untuk menggunakan Solusi Hyper Converged Sangfor karena berbagai alasan. Sangfor HCI menyediakan High Availability untuk aplikasi inti mereka jika terjadi server yang tiba-tiba down.

Sementara dasbor HCI menyediakan manajemen yang terpusat untuk UI browser mereka, termasuk jaringan virtual untuk men-deploy mesin virtual. Penerapan Sangfor HCI sangat sederhana dan kinerja aplikasi juga luar biasa.

Solusi Sangfor mudah diterapkan dalam 2 cluster, dengan topologi yang serupa, dan mampu menjalankan aplikasi inti seperti MES (Manufacturing Execution Systems) dan aplikasi perkantoran. Sangfor juga memiliki kantor fisik di Indonesia, dan tim pendukung yang memberikan dukungan secara 24/7 untuk produk mereka, memastikan JSGI memiliki waktu respons dan kemampuan terbaik untuk bisnis mereka. Tonton video berikut ini untuk melihat Sangfor HCI Success Stories pada PT JFE Steel Galvanizing Indonesia: https://youtu.be/PXjTm3GFOjg.

Untuk informasi lebih lanjut tentang paket cloud, keamanan, atau infrastruktur Sangfor, kunjungi Sangfor secara online dengan klik di sini atau hubungi email marketing.id@sangfor.com.



Simak Video "Pasang Iklan Murah dan Mudah? Adsmart by detiknetwork Aja!"
[Gambas:Video 20detik]
(Content Promotion/Sangfor Technologies)