Harga CPO Melejit, Emiten Sawit Dulang Profit

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 01 Des 2021 14:29 WIB
Pekerja membongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di Mamuju Tengah , Sulawesi Barat, Rabu (11/08/2021). Harga TBS kelapa sawit tingkat petani sejak sebulan terakhir mengalami kenaikan harga dari Rp1.970 per kilogram naik menjadi Rp2.180  per kilogram disebabkan meningkatnya permintaan pasar sementara ketersediaan TBS kelapa sawit berkurang. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Jakarta -

Kinerja perusahaan sawit pada kuartal III-2021 masih terselamatkan oleh harga kelapa sawit global yang cukup tinggi. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) salah satunya yang masih melanjutkan tren positif dengan target produksi di tahun 2022 naik 6-8% dari tahun 2021.

Untuk periode Januari-September 2021 laba bersih SSMS meningkat 286% yoy dari Rp 267,65 miliar di September 2020 menjadi Rp 1,03 triliun

"Kami bangga dapat kembali mencatatkan hasil terbaik pada tahun ini, hal tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh manajemen Perseroan dalam upayanya mengelola setiap lini bisnis operasional Perusahaan. Selain itu, kami juga patut bersyukur terhadap performa harga kelapa sawit global yang turut andil dalam meningkatnya penjualan CPO Perusahaan," kata Direktur Utama SSMS Vallauthan Subraminam, Rabu (1/12/2021).

Berdasarkan data perusahaan harga minyak sawit mentah (CPO) periode Januari-September 2021 sebesar Rp 9.304 per kg. Angka itu naik 19,5% dibandingkan harga CPO periode yang sama di 2020 sebesar Rp 7.784 per kg.

CFO SSMS Hartono Jap mengatakan, kinerja itu juga ditopang realisasi belanja modal atau capex tahun ini yang sudah terserap sekitar 65%. Capex itu dimanfaatkan untuk pengerasan jalan, poll the road dan pembuatan jembatan.

"Rencana kerja hilirisasi kami memiliki CBU yang sudah dikonsolidasi dengan SSMS dan memiliki produksi 80% hingga 90% dari kapasitas serta ekspek tahun depan CBU bisa beroperasi 100% dari kapasitas," terangnya.

Tahun depan perusahaan menganggarkan capex sekitar Rp 500-Rp 600 miliar. Dari jumlah itu serapan terbesar akan terealisasi untuk bangunan, infrastruktur, alat berat.

Simak juga video 'Permintaan Ekspor Tinggi Jadikan Sawit Penopang Perkonomian Bangka Belitung':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)