Mengintip Kinerja Krakatau Steel di Tengah Kabar Mau Bangkrut

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 09 Des 2021 14:17 WIB
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan ekspor baja perdana pada awal tahun 2021. Baja ini diekspor ke Malaysia.
Foto: PT Krakatau Steel
Jakarta -

Badan Logistik dan Rantai Pasok Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) mendukung dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada industri baja Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) yang berinovasi dalam dunia digital dengan meluncurkan aplikasi bernama KRASmart, sebagai wujud transformasi dan beradaptasi dengan era disrupsi sekarang ini.

Platform ini berbagai produk baja Krakatau Steel dan Group dari hulu hingga hilir ini memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun, dengan mengunduh aplikasi ini dari Google Playstore maupun App Store.

Kepala Badan Logistik dan Rantai Pasok KADIN Indonesia, Akbar Djohan, menyatakan Krakatau Steel mengalami pertumbuhan di luar dugaan yang sebelumnya diprediksi akan pailit. Mulai dari pembenahan secara internal hingga mencapai Laba perusahaan yang besar dan sekarang lebih dekat dengan masyarakat dengan layanan Digital.

Selain KRASmart Marketplace, program digitalisasi lainnya yang sudah dilakukan adalah Sales Go!, Digital Control Tower, KRASmart Connect, dan KRAS optima.

SalesGo! adalah sistem sales force berbasis cloud untuk mengendalikan kegiatan penjualan perusahaan. Digital Control Tower merupakan dashboard dan command center dalam menyajikan visualisasi data dan pengambilan keputusan yang dilakukan perusahaan dengan cepat, akurat, dan terukur. Kemudian, KRASmart Connect adalah platform B2B order to cash (O2C) untuk menyediakan visibilitas informasi dan akses order, faktur, pengiriman, serta account receivable (piutang dagang). Sementara KRASs optima adalah mesin pembelajaran yang dapat memprediksi harga baja pada masa depan untuk penentuan produk perseroan.

"Inovasi digital saat ini sangat diperlukan di era disrupsi saat ini, dengan berbagai tantangan dan juga peluang. Setiap Perseroan didorong untuk terus berinovasi bagi Indonesia karena harus menjadi negara maju dan mandiri. Sehingga, KRASmart marketplace menjadi platform transaksi digital dalam produk baja untuk pengusaha baja di tanah air," ungkap Akbar pada keterangannya (7/12).

Sekjen Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) ini menambahkan peluncuran KRASmart Marketplace merupakan momentum untuk bangkit menghadapi segala tantangan dan terus bertransformasi digital sesuai dengan kebijakan pemerintah tentunya dan menciptakan industri baja di Indonesia dengan cakupan lebih luas lagi.

Krakatau Steel menorehkan kinerja positif sepanjang Januari-September 2021. Emiten produsen baja ini membukukan laba bersih senilai US$ 59,72 juta atau setara Rp 853 miliar per akhir kuartal III 2021.

Realisasi ini membaik dari periode yang sama tahun lalu dimana KRAS membukukan kerugian US$ 27,39 juta. Keuntungan yang diperoleh Krakatau Steel disebabkan oleh peningkatan penjualan, peningkatan efisiensi, serta kontribusi anak perusahaan. Ketiga hal ini merupakan hasil transformasi secara menyeluruh Krakatau Steel.

"KADIN dan pelaku usaha akan terus mendukung langkah Krakatau Steel sebagai salah satu BUMN yang maju saat ini, dengan inovasi hilirisasi industri baja, dan KADIN akan terus menjaga logistik dan rantai pasok untuk kemajuan Indonesia," tutup Akbar.

(dna/dna)