Bahan Baku Mahal, Pupuk Subsidi Bakal Dibatasi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 05 Apr 2022 15:40 WIB
Antisipasi kelangkaan pupuk sekaligus memenuhi kebutuhan petani jelang musim tanam, Pupuk Kaltim menyiapkan pupuk Urea non subsidi.
Ilustrasi Gudang Pupuk
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kenaikan harga pupuk menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Apalagi di tengah adanya panasnya kondisi geopolitik di Rusia dan Ukraina yang bisa mengerek harga pupuk menjadi lebih tinggi.

Maka dari itu, Airlangga mengatakan pemerintah akan membuka opsi pembatasan pupuk subsidi. Pupuk yang disubsidi mulai dari pupuk urea dan NPK hanya boleh digunakan untuk komoditas tertentu. Mulai dari padi hingga kakao.

"Nah tentu akan ada pembatasan komoditas. Prioritasnya padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, tebu, dan kakao. Pupuk yang disubsidi dibatasi urea dan NPK," beber Airlangga dalam konferensi pers usai melakukan rapat terbatas yang disiarkan virtual di Instagram Sekretaris Kabinet, Selasa (5/4/2022).

Airlangga menjabarkan selama Indonesia masih melakukan impor bahan baku pupuk. Yang jadi masalah impor dilakukan salah satunya dari Ukraina, yaitu untuk bahan baku potas dan KCL.

Dengan adanya ketegangan geopolitik di sana kemungkinan pasokan bahan baku akan berkurang. Harga bahan baku pun naik, ujungnya harga pupuk yang dijual pun ikutan naik.

Maka dari itu Presiden Joko Widodo meminta agar subsidi pupuk dibuat tepat sasaran, hal itu membuat pemerintah melakukan pembatasan penggunaan subsidi pupuk.

"Bapak presiden mewanti-wanti agar subsidi pupuk tepat sasaran. Dengan begitu, para petani bisa menerima pupuk," ujar Airlangga.

Dia mengatakan Presiden ingin agar harga pupuk pun tidak diiringi dengan adanya kelangkaan pasokan bagi petani. "Ini akan mendorong ketersediaan pangan yang aman," ungkapnya.

Lihat juga video 'Jokowi Jengkel Subsidi Pupuk Rp 33 T, Return ke Negara Mana?':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)