Anggota DPR soal BUMN Semen Impor Kertas: Memalukan! Pantas Jokowi Marah

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 12 Apr 2022 16:33 WIB
Salah satu pintu masuk semen ke Jakarta adalah melalui Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Yuk kita lihat proses bongkar muatnya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Anggota Komisi VII DPR RI Abdul Kadir Karding geram saat mengetahui bahwa PT Semen Indonesia (Persero) Tbk impor kertas kraft dari Rusia. Tindakan tersebut dinilai memalukan.

"Sesungguhnya ini agak memalukan karena ini bangsa besar. Apapun alasannya masa kertas nggak bisa kita produksi mau bahan baku, mesin, teknologi saya kira tidak pantas lah," kata Karding dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Semen Indonesia, Selasa (12/4/2022).

"Yang lebih parah ini dipakai oleh BUMN kita. Ini menurut saya... Pantas Pak Jokowi marah soal impor-impor ini ternyata memang wajar lah, sangat memalukan," tambahnya.

Karding mengaku sedih saat mengetahui Indonesia sebagai negara besar masih tergantung dengan negara lain soal kertas. Apalagi nilainya sangat besar. Diketahui nilai impor kertas kraft dari Rusia mencapai Rp 960 miliar per tahun.

"Saya sedih masa kertas kita nggak bisa produksi. Saya usul ini harus spesifik (pembahasan) ke sana lah, kita harus cek betul soal ini karena cukup besar," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Semen Indonesia Yosviandri mengatakan Indonesia belum bisa produksi kertas kraft sendiri. Pasalnya bahan bakunya disebut lebih spesifik dibanding kertas lainnya.

"Yang kami pahami untuk kertas itu membutuhkan yang long paper sehingga tidak putus ketika diproses. Ini belum memungkinkan dalam negeri, mungkin bahan bakunya itu agak spesifik kalau untuk yang long paper sehingga ketika dicetak tidak putus," imbuhnya.

Sebelumnya Semen Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya impor kertas kraft dari Rusia untuk bahan baku karung semen. Dengan adanya perang Rusia-Ukraina, otomatis terjadi gangguan hingga pasokan berhenti.

Atas gangguan pasokan yang terjadi dari Rusia, Dony menyebut pihaknya sedang mencari sumber lain dan mengganti bahan kertas lainnya dari kraft menjadi woven yang diproduksi sendiri. Meski begitu, diakui dari sisi kualitas jauh berbeda.

"Jadi kita coba untuk perbaiki kualitas wovennya sehingga bisa equal dengan kraft sehingga tidak tergantung dari bahan untuk membuat bag semen itu. Dari sisi kualitas belum bisa nyamain, ini kita lagi improve di kita supaya kualitasnya bisa sama kayak kraft," imbuhnya.



Simak Video "Sambangi KSP, Andre Rosiade Bahas Semen China"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)