Perang Rusia-Ukraina Bikin Produksi Mobil Dunia Turun

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 18 Apr 2022 12:27 WIB
Sebagai bentuk komitmen Suzuki dalam investasinya di Indonesia serta memenuhi kebutuhan otomotif di pasar nasional maupun ekspor, PT. Suzuki Indomobil Motor (SIM) meresmikan pabrik baru nya dengan fasilitas perakitan mobil, produksi mesin dan transmisi mobil di Kawasan Industri Greendland International Industrial Center (GIIC) Blok AC No.1 Kota Deltamas, Cikarang Pusat  Bekasi, Jawa Barat dengan total investasi sebesar US$ 1 Milliar.
ilustrasi pabrik mobil (Foto: File detikOto)
Jakarta -

Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan pengamat industri otomotif memangkas perkiraan produksi dan penjualan untuk dua tahun ke depan. Konflik tersebut telah menutup pabrik-pabrik di Eropa Timur dan menyebabkan lonjakan harga bahan mentah.

Dilansir dari CNBC, Senin (18/4/2022), beberapa pabrik di Ukraina telah mencoba tetap berjalan di tengah serangan Rusia. Pekerja dilaporkan harus istirahat dari pekerjaan untuk menghindari tembakan.

Pada Maret lalu, S&P Global Mobility memangkas perkiraan produksi mobil globalnya sebesar 2,6 juta kendaraan pada 2022 dan 2023 karena konflik Rusia dan Ukraina. Skenario terburuk sebanyak 4 juta kendaraan akan hilang.

Output mobil Eropa diperkirakan turun sekitar 9%. Jumlah itu setara dengan kira-kira 1 juta mobil.

Kekhawatiran yang lebih besar adalah kekurangan bahan dan suku cadang yang sudah melanda pembuat mobil Eropa. Laporan itu memperingatkan bahwa situasi dapat menyebar ke pasar lain jika perang berlanjut.

Secara terpisah, analis kredit di S&P Global Ratings juga memperkirakan bahwa pada 2022 penjualan mobil global akan turun 2% di bawah level 2021. Itu adalah penurunan yang signifikan dari kenaikan penjualan 4-6% untuk 2022 yang terakhir diprediksi grup pada Oktober 2021.

Laporan tersebut menyoroti gangguan pada pasokan suku cadang otomotif penting dari wilayah tersebut, terutama wire harness dari Ukraina. Lalu bahan mentah Rusia di mana memproduksi sekitar 40% paladium mentah dunia, yang digunakan untuk membersihkan knalpot kendaraan.

"Daerah itu juga merupakan penghasil nikel, yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik. Bahkan mineral dan logam biasa seperti besi, terpengaruh. Semua ini adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat mobil," bunyi laporan tersebut.

(aid/dna)