Memahami Perkembangan Teknologi di Industri Rokok yang Mulai Bebas Asap

ADVERTISEMENT

Memahami Perkembangan Teknologi di Industri Rokok yang Mulai Bebas Asap

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 26 Apr 2022 15:23 WIB
Ilustrasi rokok elektrik
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Produk tembakau alternatif tidak melalui proses pembakaran. Beberapa jenis produk tersebut, seperti produk tembakau yang dipanaskan maupun rokok elektrik, menerapkan sistem pemanasan, sehingga hasil akhir dari pemakaian produk-produk ini berupa uap (aerosol).

Dengan mengedepankan sistem tersebut, produk tembakau alternatif terbukti memiliki komponen kimia berbahaya yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok.

Peneliti dari Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB), Mohammad Khotib mengungkapkan, pihaknya telah melakukan riset terhadap produk tembakau yang dipanaskan.

Produk tersebut dibandingkan dengan rokok untuk mengetahui seberapa besar komponen kimia berbahaya yang dihasilkan dari pemakaian kedua produk tersebut. Hasilnya, produk tembakau yang dipanaskan memiliki kandungan kadar zat bahaya lebih rendah daripada rokok.

"Berdasarkan komponen kimianya, maka penggunaan tembakau yang dipanaskan ini akan mengurangi risiko kimia bagi penggunanya. Jauh lebih rendah dibandingkan rokok yang biasa dikonsumsi perokok aktif," kata dia, Senin (25/4/2022).

Khotib meneruskan, hasil dari penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa nikotin bukanlah komponen paling berbahaya seperti yang dipersepsikan selama ini.

Komponen kimia yang berada dalam asap rokok, selain nikotin, itu yang lebih berbahaya. Karena produk tembakau alternatif menerapkan sistem pemanasan, komponen kimia yang berbahaya mengalami penurunan.

Hal tersebut berdasarkan Material Safety Data Sheet (MSDS) atau Lembar Data Keselamatan Bahan.

"Semua bahan kimia, kalau baca MSDS, itu berbahaya. Makanya kami sampaikan bahwa produk tembakau yang dipanaskan bukan menghilangkan, tapi mengurangi komponen kimia berbahaya," tuturnya.

Bersambung ke halaman selajutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT