Bangun Ibu Kota Baru, RI-Korsel Diminta Genjot Kerja Sama Industri

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 17:30 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bertemu Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto dan para staf Kedutaan di Kediaman Duta Besar RI di Seoul, Korea Selatan.
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah Indonesia meningkatkan kerja sama bilateral dengan Korea Selatan (Korsel) terkait pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dan program Presidensi G20 Indonesia.

Pasalnya, kata Bamsoet, total nilai perdagangan Indonesia dengan Korsel di tahun 2021 baru mencapai sebesar US$ 18,47 miliar. Selain itu, nilai ekspor Indonesia ke Korsel sebesar US$ 8,98 miliar dan nilai impor Indonesia dari Korsel capai US$ 9,42 miliar.

"Kita harapkan pada tahun 2022 nilai perdagangan antara Indonesia dan Korsel bisa terus meningkat, apalagi saat ini Indonesia telah memberikan kemudahan perizinan berinvestasi melalui Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (6/5/2022).

Hal ini disampaikannya usai bertemu Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto dan para staf Kedutaan di Kediaman Duta Besar RI di Seoul, Korea Selatan.

Lebih lanjut, Bamsoet juga mendorong adanya peningkatan kerja sama di bidang multi industri, khususnya pengembangan mobil listrik di Indonesia. Beberapa di antaranya yakni penelitian bersama di bidang pasar kendaraan Micro EV, produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia, serta penyediaan infrastruktur charging station.

"Saat ini Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) telah ditunjuk pemerintah untuk menjadi produsen mobil listrik di Indonesia. Ditandai dengan diproduksinya mobil listrik Hyundai IONIQ 5 di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik Hyundai diarahkan untuk membentuk suatu ekosistem industri mobil listrik dari hulu sampai ke hilir terbesar di kawasan Asia Tenggara. Saya mendorong ke depan agar pabrik Hyundai Indonesia dapat segera memproduksi baterai kendaraan listrik di Indonesia," katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun menambahkan Indonesia-Korsel juga perlu meningkatkan kerja sama penting lainnya terkait transformasi digital dan keuangan digital. Hal ini mengingat Korsel memiliki keunggulan dan pengalaman dalam mengakselerasi penerapannya pada industri manufaktur seperti 5G, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta open data.

"Hal ini sesuai dengan tiga prioritas presidensi Indonesia dalam G20, yaitu arsitektur kesehatan dunia, transisi energi dan transformasi digital. Kita harap pemerintah Korsel memberikan dukungan penuh dan menyukseskan agenda-agenda G20 di tahun 2022 dengan membangun kemitraan yang kuat di tiga prioritas program presidensi Indonesia tersebut," pungkasnya.



Simak Video "Pengamat Tak Masalah Jika Pembangunan Awal IKN Pakai APBN"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/dna)