ADVERTISEMENT

133 Ribu Ton Pupuk Subsidi Dikirim ke NTB, Kios Bandel Siap-siap Disanksi

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2022 15:36 WIB
Stok pupuk subsidi untuk wilayah Jabar aman jelang masa tanam
133 Ribu Ton Pupuk Subsidi Dikirim ke NTB, Kios Bandel Siap-siap Disanksi/Foto: Istimewa
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan pupuk subsidi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 133.486 ton hingga 8 Juni 2022. Pupuk bersubsidi yang disalurkan ke wilayah tersebut sudah mencapai 49% dari total target alokasi pupuk bersubsidi sebesar 271.954 ton.

SVP PSO Wilayah Timur Pupuk Indonesia, Muhammad Yusri menyatakan bahwa penyaluran tersebut terdiri dari lima jenis pupuk bersubsidi, yaitu pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK, dan Organik Granul. Rinciannya, pupuk Urea sebesar 88.625 ton, NPK 29.892 ton, SP-36 6.321 ton, ZA 6.091 ton, dan organik 2.557 ton.

"Selain itu, kami juga telah menyalurkan pupuk organik cair sebanyak 8.712 liter kepada petani di Nusa Tenggara Barat," jelas Yusri dalam keterangan tertulis, Jumat (10/6/2022).

Adapun stok pupuk bersubsidi produsen di NTB total mencapai 31.563 ton. Jumlah ini jauh lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah. Secara teknis, pupuk bersubsidi di NTB disalurkan oleh dua anak perusahaan Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Petrokimia Gresik.

Dalam penyalurannya, Pupuk Indonesia memiliki jaringan distribusi yang cukup baik di NTB. Adapun jaringan distribusi ini terdiri dari 40 distributor, 1.397 kios pengecer resmi, 33 unit gudang (unit pengantongan pupuk dan gudang pupuk bersubsidi) dengan total kapasitas sekitar 103.000 ton, serta memiliki 19 personil petugas lapangan untuk melayani sejumlah 10 kabupaten/kota di NTB.

Lebih lanjut Yusri menyebutkan bahwa Pupuk Indonesia sebagai produsen senantiasa menyalurkan pupuk bersubsidi dengan berpedoman dengan ketentuan yang berlaku. Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan kepada distributor dan kios resmi untuk mengikuti regulasi pemerintah setempat dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Yusri juga menegaskan bahwa Pupuk Indonesia tidak akan segan memberikan sanksi hingga pemberhentian kerja sama kepada distributor dan kios resmi yang kedapatan terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi.

Pupuk Indonesia juga siap mendukung aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus penyelewengan pupuk bersubsidi yang terjadi di wilayah di NTB.

"Kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada siapa pun di jaringan distribusi kami jika terlibat dalam penyalahgunaan pupuk bersubsidi," tutup Yusri.

Stok pupuk subsidi Aman? Cek di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT