ADVERTISEMENT

Gegara Salmonella, Barry Callebaut Tutup Sementara Pabrik Coklat Terbesar Dunia

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Jumat, 01 Jul 2022 09:29 WIB
Suka makan coklat atau berniat buka bisnis di industri coklat? Cari tahu dulu proses pembuatannya di sini.
Foto: Istimewa/damsonchocolate.com.
Jakarta -

Pabrik cokelat asal Swiss, Barry Callebaut menghentikan produksinya di Wieze, Belgia setelah menemukan salmonella dalam batch produksinya. Perusahaan mengatakan, penghentian produksi berlaku sejak hari Senin.

Menurut situs pariwisata pemerintah, Visit Flanders, pabrik Barry Callebaut di Wieze merupakan pabrik coklat terbesar di dunia.

"Bagi Barry Callebaut, keamanan pangan adalah yang terpenting. Program keamanan pangan kami yang kuat memungkinkan kami dengan cepat mengidentifikasi lesitin sebagai sumber kontaminasi," bunyi pernyataan resmi perusahaan, dikutip dari CNN, Jumat (1/7/2022).

Otoritas makanan Belgia (FAVV) sudah mendapatkan informasi terkait berita ini. Sebagai informasi, lesitin adalah zat lemak yang digunakan untuk mengikat bahan-bahan lain dalam cokelat.

Perusahaan mengatakan telah mengambil tindakan pencegahan. Salah satunya adalah menarik semua produknya yang sudah diproduksi sejak tahap pengujian. Sementara itu, produksi di Wieze akan tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Kami saat ini menjangkau semua pelanggan yang mungkin telah menerima produk yang terkena dampak," imbuh perusahaan.

Barry Callebaut yang menghasilkan hampir US$ 8 miliar atau Rp 118,4 triliun (kurs Rp 14.800) selama 2020-2021 membuat coklat untuk produsen coklat lainnya.

Cakupannya adalah pembuat coklat skala kecil hingga pembuat coklat merk besar. Namun, perusahaan menolak memberikan identitas konsumen mereka saat dimintai konfirmasi oleh CNN Business.

"Barry Callebaut akan meluangkan waktu untuk menganalisis akar masalah, menjaga agar FAVV tetap mendapat informasi dalam prosesnya. saat selesai, akan dilakukan pembersihan dan desinfeksi sebelum melanjutkan proses produksi," kata perusahaan itu.



Simak Video "Respons Tubuh saat Konsumsi Makanan yang Terkontaminasi Salmonella"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT