Zulhas: Tunggu Tanggal Mainnya, Ada Importir Baja Ilegal Kita Sikat!

ADVERTISEMENT

Zulhas: Tunggu Tanggal Mainnya, Ada Importir Baja Ilegal Kita Sikat!

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 26 Jul 2022 14:15 WIB
PT Krakatau Steel (persero) Tbk kembali membangun pabrik pipa baja untuk anak perusahaannya, PT Krakatau Hoogoven Indonesia di Cilegon. Total Investasinya mencapai Rp 335,6 miliar dengan target´┐Ż kapasitas produksi 150.000 ton per-tahun. Yuk, kita lihat proses produksi pipa baja di pabrik tersebut.
Ilustrasi baja/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kementerian Perdagangan mengendus adanya praktek masuknya baja impor ilegal. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan pihaknya pun tengah bersiap akan memberantas pelaku usaha yang melakukan tindakan tersebut.

"Saya lagi siap-siap nanti tunggu tanggal mainnya, ada beberapa pelaku baja ilegal kita akan sikat!" tegasnya kepada awak media saat ditemui di kantor PT Gunung Raja Paksi (GRP), Rabu (26/7/2022).

Hal itu dilakukan demi mendukung pelaku usaha baja dalam negeri yang saat ini telah tumbuh pesat. Meskipun Zulhas tidak memberikan keterangan detail, berapa banyak pelaku baja ilegal yang akan diperiksa.

Dalam kesempatan itu Zulhas juga mengatakan, ekspor baja Indonesia kini mampu menembus pasar ekspor yang cukup potensial, yakni Selandia Baru.

"Saya tahu, memang baja harus didukung," tambahnya.

Keterangan itu disampaikan Zulhas setelah melakukan pelepasan ekspor struktur baja produksi PT Gunung Raja Paksi (GRP) ke Selandia Baru.

"Ekspor baja ke Selandia Baru ini merupakan bukti pengakuan bahwa kualitas kelas dunia dari baja produksi Indonesia diterima dengan baik di mancanegara. Ekspor baja ke New Zealand saya tahu punya standar sangat ketat, tidak ada toleransi apapun," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono juga enggan mengatakan detail soal pelaku usaha yang melakukan praktek impor baja ilegal. Ia hanya mengatakan akan disampaikan informasinya setelah diusut oleh Kemendag.

"Iya itu ada baja-baja ilegal, nanti diupdate lagi. Belum dikunjungi beliau (Zulhas)," ujarnya.

Veri juga menyebut sudah ada lokasi baja impor yang diamankan. Namun pihaknya enggan menjelaskan lebih detail berapa banyak baja yang disegel dan siapa pelaku usahanya.

"Jadi itu baja yang importasinya tidak sesuai ketentuan. Bukan masih diusut, kita sudah amankan. Nantilah jumlahnya ya," tutupnya.



Simak Video "Jokowi: Impor Baja Sumber Utama Defisit Neraca Perdagangan RI"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT