ADVERTISEMENT

Mendag Dorong Pengusaha Tembus Ekspor Baja ke Jepang hingga UEA

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 26 Jul 2022 14:40 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melakukan pelepasan ekspor 3.800 metrik ton baja struktur dan plat baja ke Selandia Baru. Baja tersebut merupakan hasil produksi PT Gunung Raja Paksi, Tbk, di Cikarang Barat, Bekasi, Selasa (26/7/2022).
Foto: dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendorong para pelaku usaha untuk memperluas ekspor baja ke berbagai negara potensial. Hal ini ia katakan saat melakukan pelepasan ekspor struktur baja ke Selandia Baru produksi PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP).

"Saya ingin mengajak produsen dan eksportir produk hasil hilirisasi besi dan baja untuk melipatgandakan ekspor mereka. Tidak hanya meningkatkan ekspor ke negara-negara tujuan utama, tetapi juga jeli melihat peluang ke negara-negara potensial," kata Zulhas saat melepas ekspor baja struktur dan plat baja produksi PT GRP ke Selandia Baru di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (26/7/2022).

Pria yang akrab disapa Zulhas mendorong agar pengusaha baja memanfaatkan perjanjian-perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia dengan negara-negara mitra.

Adapun negara-negara yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia mulai dari Jepang, Australia, Swiss, Norwegia, Pakistan, Korea Selatan, Chile, Mozambik, hingga Uni Emirat Arab.

"Mohon manfaatkan perjanjian dagang Indonesia dengan berbagai negara seperti Jepang, Australia, Swiss, Norwegia, Pakistan, Korea Selatan, Chile, Mozambik, Uni Emirat Arab, serta negara-negara ASEAN dan anggota persetujuan Regional Comprehensive Economic Partnership. Negara-negara ini telah memberi perlakuan istimewa dalam bentuk tarif, sehingga peluang masuk ke pasar tersebut lebih besar," jelasnya.

Mengenai PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) yang melakukan ekspor struktur baja ke Selandia Baru, Zulhas bilang hal itu menjadi bukti bahwa kualitas baja dalam negeri bisa digunakan di luar negeri.

"Ekspor baja ke Selandia Baru ini merupakan bukti pengakuan bahwa kualitas kelas dunia dari baja produksi Indonesia diterima dengan baik di mancanegara," terangnya.

Untuk itu, Zulhas berharap langkah awal ini dapat ditindaklanjuti lebih banyak pelaku usaha. Sehingga Selandia Baru dapat diprospek menjadi salah satu negara tujuan utama dari baja Indonesia.



Simak Video "Diperiksa 12 Jam di Kasus Minyak Goreng, Lutfi: Saya Jawab Sebenarnya"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT