ADVERTISEMENT

Sederet Jurus Pabrik Pupuk Tekan Emisi Hingga 435 Ribu Ton

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 09:35 WIB
Pupuk Kaltim
Foto: dok Pupuk Kaltim
Jakarta -

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mencatat total pengurangan emisi pada 2022 mencapai 436.711 ton atau setara dengan emisi yang dikeluarkan oleh 94.937 mobil. Selama 2022 PKT mencapai 5,01% penghematan energi dan menyimpan energi hingga setara 141.000 MMBtu/tahun.

Capaian tersebut diraih dengan sejumlah strategi, seperti menekan ekses oksigen, pemeliharaan prediktif dan preventif pabrik berdasarkan ISO 55001, Pemantauan Online Penggunaan Energi Signifikan, serta pengadaan berdasarkan Life Cycle Assessment.

PKT juga melakukan peningkatan pada konverter amoniak, pengadaan peralatan Baru: LP Amonia Scrubber, Tingkatkan Pompa ke Berbasis IE3, serta penggantian katalis yang lebih efisien, pembersihan kimia dan mekanis secara rutin, dan overhaul peralatan rotasi.

"Sebagai salah satu pondasi utama dalam roadmap 40 tahun kedua PKT yang akan fokus ke arah industri petrokimia yang berbasis renewable, efisiensi penggunaan energi menjadi sebuah hal yang penting dilakukan mengingat skala operasional kami sebagai produsen pupuk dan petrokimia terbesar di Asia Tenggara. Sejak tahun 2017; dari tahun ke tahun; perusahaan sudah mengalami penurunan konsumsi energi yang cukup signifikan berkat inisiatif Energy Conservation Program kami," ungkap Direktur Operasi dan Produksi PKT Hanggara Patrianta, dikutip Selasa (16/8/2022).

Selain ketiga pilar tersebut, PKT juga menerapkan sistem smart production yang merupakan proses digitalisasi dan integrasi data secara online dan menyeluruh. Mulai dari monitoring performa pabrik (produksi, konsumsi energi, inventori dan operasional pabrik), kualitas dan stok produk, evaluasi kesehatan dan pemeliharaan aset, kinerja lingkungan, serta dilengkapi dengan sistem alarm.

Selain upaya efisiensi energi, PKT memiliki target untuk mengurangi emisi gas karbon hingga 32,51% pada 2030, dan mencapai net zero emission di 2060. Hal ini termasuk beberapa inovasi hijau yang telah kami kembangkan, seperti Pengolahan limbah plastik PET (Polyethylene terephthalate) yang dibuat menjadi bahan Green Asphalt, juga penerapan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk memenuhi kebutuhan energi kantor pusat PKT.

"Harapan kami, ke depannya praktik-praktik ini selain menjadi upaya mengurangi jejak karbon, juga dapat memberikan dampak keberlanjutan dan multiplier effect positif baik bagi perusahaan, masyarakat sekitar, maupun negara," tutup Hanggara.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT