Tantangan RI Garap Mobil Listrik

ADVERTISEMENT

Tantangan RI Garap Mobil Listrik

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 17:25 WIB
Apple Tengah Pelajari Cara Pengecasan Mobil Listrik
Ilustrasi Mobil Listrik (Foto: Reuters)
Nusa Dua -

Transisi energi menjadi kebijakan yang strategis selalu dibahas oleh berbagai negara terutama Indonesia. Untuk menuju itu, Indonesia nampaknya masih memiliki tantangan, terutama dalam transisi energi di bidang transportasi

Dalam sebuah diskusi di Nusa Dua, seorang narasumber menyebut, Jepang, Amerika Serikat dan Ford masih sulit berinvestasi mobil listrik di Indonesia. Padahal Indonesia menawarkan keuntungan jika negara maju membantu Indonesia bisa menurunkan emisi karbon. Salah satu upayanya adalah melalui renewable dengan mengurangi penggunaan mobil konvensional yang menggunakan BBM fosil.

"Kalau misalnya kalian bantu industri electrical kita. Kita bisa, satu mengurangi emisi dari transportasi, kedua bisa meningkatkan penggunaan (kendaraan) listrik. Sehingga kita bisa bangun lebih banyak lagi renewable jadi lebih baik kan, jadi double benefit," katanya dalam diskusi di Nusa Dua, Bali, Selasa (27/9/2022).

Hanya saja, saat ini beberapa negara masih enggan mengirimkan mobil listrik ke Indonesia. Ia mencontohkan Jepang dan Amerika Serikat salah satunya produsen mobil Ford.

"Sampai saat ini yang masuk di Indonesia EV-nya itu baru China dan Korea, sementara ada Jepang dan Amerika Serikat. 'Hey jepang ko nggak masukin mobil listrikmu ke sini?' ... 'Wah susah ini itu'," tutur sumber detikcom.

Katanya, Jepang hanya mau mengirimkan mobil berbahan bakar fosil mereka yang sudah tua ke Indonesia. Ibaratnya sisa barang yang sudah lama dikirim ke Indonesia.

"Mereka mau memanfaatkan teknologi combustion engine (mobil bahan bakar bensin) yang suda tua, sementara mereka yang bagus bagus, yang kotor kotor kasih ke Indonesia saja," lanjutnya.

Ia juga bercerita, bahwa produsen mobil listrik Ford juga masih enggan investasi mobil listrik di Indonesia. "Kemarin kita habis ke Detroit, tolong dong kan kalian membutuhkan batre, kita kasih mobil, 'wah pak kita - nggak bisa mobil kita gede-gede. Padahalkan bisa dibuatkan yang kecil,"

Intinya saat ini, sumber mengatakan dirinya ingin komitmen yang jelas dari negara maju jika ingin Indonesia menurunkan emisi karbon. Gampangnya, emisi karbon memang perlu adanya kolaborasi atau kerja sama dari semua negara.

(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT