Mimpi Bos INKA: Bikin Kereta Cepat Sendiri, Tembus Laut dari Bali Sampai Aceh

ADVERTISEMENT

Mimpi Bos INKA: Bikin Kereta Cepat Sendiri, Tembus Laut dari Bali Sampai Aceh

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 14 Okt 2022 15:00 WIB
Dirut INKA Budi Noviantoro
Foto: 20detik
Jakarta -

Sebagai orang yang telah lama bergelut di industri perkeretaapian, Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Budi Noviantoro mengaku memiliki mimpi besar bersama dengan INKA.

Ia mengatakan ingin Indonesia punya kereta cepat buatan dalam negeri yang dibuat oleh INKA. Tak main-main, ia bermimpi kereta itu bisa tersambung dari Aceh hingga Bali.

"Target saya ini buat kereta cepat Indonesia. Jadi kepingin buat sendiri. Kami juga dapat support dari teman-teman Dikti dan BRIN, itu saya mencoba dengan kemampuan yang kita punya. Kita juga sounding teman-teman dari Jepang, kolaborasi dengan teman-teman dari ITS, Undip, UGM,UNS, macam-macam, BRIN, BPPT, kita berharap bisa bikin kereta cepat merah putih," katanya dalam acara Ask d'Boss, Selasa (11/10/2022).

Budi bilang, kereta cepat tersebut dapat tersambung dari Pulau Bali hingga Aceh dengan jalur bawah laut hingga jembatan panjang. Meskipun terdengar tidak mungkin, Budi mengatakan setidaknya dirinya sudah memiliki konsep yang bisa dijajaki.

"Saya punya mimpi bayangannya, dari Denpasar ke Gilimanuk terus masuk laut ke Banyuwangi Surabaya lewat utara, terus sampai Merak. Dari Merak ada dua pilihan, kita membuat jembatan Selat Sunda atau lewat laut terus sampai Aceh." ujarnya.

"Kalau kereta ini jalan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meledak. KS itu akan berani memproduksi rel, Pindad akan berani memproduksi wesel. Karena memang secara ekonomi skill-nya masuk. Kalau sekarang ditanya KS nggak bisa bikin rel ya nggak bisa. Skala ekonominya nggak masuk. Dia butuh kira-kira 400 ribu ton. Kalau kita bangun dari Bali sampai Aceh pasti masuk." sambungnya.

Perihal mengenai hitungan, menurutnya itu urusan nanti. Ia percaya mimpi untuk membuat kereta cepat bisa terwujud karena Indonesia mampu dan kaya akan bahan baku yang bisa dimanfaatkan.

"Paling nggak punya mimpi dulu. Semua industri akan ikut. Kalau perlu ya kereta api yang berpenggerak solar panel. Bayangan saya itu, kereta di atasnya solar panel sepanjang jalan. Bisa nggak? Ya nanti kita lihat. Yang penting nanti konsepnya adalah atas pakai solar panel, dimotori baterai, backup-nya genset PLN. Memang kalau mimpi harus yang aneh-aneh. Jadi kalau itu terjadi mesti luar biasa. Bisa atau tidak, nanti dihitung. Tapi feeling saya bisa." jelas Budi.

[Gambas:Video 20detik]



(ada/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT