Korsel Perkuat Rantai Pasok Industri Maritim-Pembuatan Kapal ASEAN

ADVERTISEMENT

Korsel Perkuat Rantai Pasok Industri Maritim-Pembuatan Kapal ASEAN

Sponsored - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 14:59 WIB
Korea-ASEAN Maritime Week 2022
Foto: dok. KOTRA
Jakarta -

Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) menggelar Korea-ASEAN Maritime Week 2022 di Bali pada Senin (17/10) hingga Jumat (21/10). Acara tersebut merupakan perluasan kerja sama pasar galangan dan anjungan lepas pantai (offshore) ASEAN.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan ekspor nasional Korea Selatan (Korsel) yang tertuang dalam Export Plus Project. Sebagai informasi, Export Plus Project merupakan dukungan intensif dari KOTRA untuk merespons defisit neraca dagang Korsel pada semester II-2022.

Presiden KOTRA Yoo Jeong-yeol mengatakan Bali dipilih sebagai lokasi Korea-ASEAN Maritime Week 2022 karena menjadi lokasi pertemuan Group of Twenty (G20). Hal tersebut dinilai dapat membantu perusahaan-perusahaan Korsel untuk memasuki pasar ASEAN.

"Sebanyak 60 perusahaan Korsel mengikuti acara ini secara hibrida untuk menemui perusahaan serta industri maritim dan galangan kapal ASEAN melalui pertemuan virtual, networking reception, serta showcase produk dan teknologi," kata Yoo.

Korea-ASEAN Maritime Week 2022Korea-ASEAN Maritime Week 2022 Foto: dok. KOTRA

Yoo menambahkan sebanyak 50 perusahaan galangan dan marine equipment terkemuka dari ASEAN juga mengikuti acara ini guna mencari partner potensial dari Korsel. Dengan begitu, perusahaan yang berpartisipasi dapat mengembangkan kapabilitasnya, khususnya dalam pembuatan kapal berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.

Sejalan dengan Yoo, Kepala Divisi Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan KOTRA, Kim Tae-ho mengatakan bahwa ASEAN merupakan region yang berperan penting dalam investasi Korsel.

"ASEAN, termasuk Indonesia, merupakan salah satu blok ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia yang juga merupakan rekan dagang terbesar kedua. Region ini memegang peranan penting dalam stabilitas rantai pasok Korsel," ujar Kim.

Selain itu, sebagai dukungan terhadap penyelenggaraan World Expo 2030 di Busan, Korsel, KOTRA juga menayangkan banyak informasi terkait daerah itu kepada peserta asosiasi dan perusahaan ASEAN yang hadir pada Korea-ASEAN Maritime Week 2022.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Indonesia Shipowner Association (INSA) Carmelita Hartono menjelaskan bahwa Korsel merupakan rekan utama ASEAN dalam industri galangan dan offshore. Sebab Korsel memiliki sumber daya penting, seperti peralatan dan teknologi unggul yang kualitasnya sudah dikenal di seluruh dunia.

Korea-ASEAN Maritime Week 2022Korea-ASEAN Maritime Week 2022 Foto: dok. KOTRA

"Korea-ASEAN Maritime Week 2022 dapat meningkatkan kerja sama Indonesia dengan Korsel, khususnya di bidang pembuatan kapal," ungkap Carmelita.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial untuk negara-negara yang memiliki bisnis galangan dan offshore. Indonesia memiliki 250 galangan nasional dengan kapasitas 1 juta deadweight tonnage (DWT) per tahun untuk kapal baru dan 12 juta DWT per tahun untuk perbaikan. Selain itu, impor komponen kapal Indonesia mencapai 65 persen dari total produksi.

Sementara itu, Vietnam memiliki 929 unit kapal domestik dan 166 kapal internasional pada 2021. Vietnam juga mengimpor 10 hingga 15 persen komponen kapal yang digunakan dalam produksi. Adapun menurut laporan dari International Maritime Organization (IMO), Singapura, Korsel, dan China telah meningkatkan pembelian komponen untuk kapal existing sesuai dengan regulasi IMO.

Di sisi lain, IMO juga mengumumkan sistem penilaian energy efficiency existing ship index (EEXI) dan carbon intensity indicator (CII) akan diterapkan mulai 2023. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari misi pengurangan emisi karbon IMO. Adapun target penurunan emisi karbon kapal ditentukan turun hingga 70% hingga 2050.

(Content Promotion/KOTRA)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT