Buruh Bantah 45.000 Karyawan Tekstil Kena PHK

ADVERTISEMENT

Buruh Bantah 45.000 Karyawan Tekstil Kena PHK

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 02 Nov 2022 14:04 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal hadir di persidangan kasus hoax Ratna Sarumpaet. Ia hadir sebagai saksi dalam sidang tersebut.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal membantah isu PHK 45.000 buruh di industri tekstil, garmen, sepatu, dan otomotif. Isu ini berhembus berbarengan dengan ancaman resesi yang diprediksi terjadi tahun depan.

"Tidak benar berita itu. Partai Buruh dan KSPI sudah mendalami fakta-fakta, tidak benar ada PHK 45 ribu lebih di sektor tekstil, garmen, sepatu. Saya sudah periksa tidak ada PHK, apalagi (sektor) otomotif," katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/11/2022).

Said Iqbal menganggap ancaman resesi dimanfaatkan sejumlah pengusaha untuk mengambil keuntungan. Pengusaha yang disebutnya sebagai 'pengusaha hitam' itu menjadikan resesi sebagai alasan tidak menaikkan upah.

Padahal menurutnya, berdasarkan data IMF dan Bank Dunia ekonomi Indonesia jauh dari resesi. Pertumbuhan masih di atas 5%, menandakan ekonomi Indonesia masih baik.

"Tidak ada PHK. Jangan menggunakan dalih resesi. Hentikan berita-berita yang kontraproduktif dari pengusaha," ujarnya.

Namun ia meminta agar semua pihak tetap waspada. Ia menganggap narasi resesi yang selama ini digaungkan menurutnya bisa memprovokasi buruh dan rakyat kecil.

"Tapi jangan diprovokasi terus rakyatnya. Kalau kami terprovokasi, aksi besar-besaran turun ke jalan terjadi. Ekonomi bisa hancur. Provokasi rakyat didukung lagi oleh pengusaha-pengusaha hitam, pengusaha cengeng pro upah murah, minta amnesty, minta jam kerja dikurangi," tegasnya.

Buruh menuntut kenaikan upah minimum 13%. Meski memastikan upah minimum akan naik, Kementerian Ketenagakerjaan menyebut kenaikannya tidak akan sebesar itu.

"(Upah minimum 2023 bisa naik 13%?) nggak lah, inflasi kita nggak segitu kan," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri.

Simak video 'Ancang-ancang Pengusaha, Resesi 2023':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT