Profil Perusahaan 7 Obat Sirup yang Tercemar EG-DEG

ADVERTISEMENT

Profil Perusahaan 7 Obat Sirup yang Tercemar EG-DEG

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Rabu, 02 Nov 2022 14:09 WIB
Ilustrasi obat sirup
Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik
Jakarta -

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Penny K Lukito telah melaporkan terdapat 7 obat sirup dengan cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) di luar ambang batas. Diketahui bahwa obat-obat sirup tersebut diproduksi dari tiga farmasi, yaitu PT Afifarma, PT Yarindo Farmatama, dan PT Universal Pharmaceutical Industries.

Lebih lanjut, Penny mengatakan kalau ketiga industri tersebut tidak melaporkan pergantian sumber bahan baku. Mereka juga tidak melakukan pengujian pada sumber bahan baku yang digunakan.

"Hasil pemeriksaan sarana produksi juga ditemukan bukti bahwa Industri Farmasi mengubah pemasok Bahan Baku Obat (BBO) dan menggunakan BBO yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan cemaran EG pada bahan baku melebihi ambang batas aman yaitu tidak lebih dari 0,1 persen," ucap Penny dalam konferensi pers, Senin (31/10/2022).

Akibatnya, ketiga industri farmasi itu diberikan sanksi administratif berupa penghentian produksi, distribusi, penarikan kembali, dan pemusnahan produk sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

PT Afifarma

Melansir dari situs resmi perusahaan, PT Afifarma didirikan pada tahun 1985. Meski demikian, sejak tahun 1973 perusahaan ini mengakuisisi perusahaan bernama Asia Pharco Industries dan mengganti namanya menjadi AFIFARMA Pharmaceutical Industires pada tahun 1975.

Barulah pada tahun 1985 PT Afifarma membangun pabrik di Mauni 39 Kediri, Jawa Timur untuk fasilitas produksi bentuk cair. Dua tahun kemudian, PT Afifarma memenuhi izin produksi untuk fasilitas tablet/boli/granul/pastiles dari Menteri Kesehatan Indonesia dan mulai bekerja sama dengan proyek kesehatan pemerintah.

Pada tahun 1988, PT Afifarma mendapatkan lisensi industri jamu dalam bentuk kapsul dan tablet dari Menteri Kesehatan Indonesia. Lalu pada tahun 1991, perusahaan ini mendapatkan izin industri obat tradisional dari Menteri Kesehatan Indonesia.

PT Afifarma membangun pabrik kedua yang memenuhi syarat cGMP di Mauni Industri 8 Kediri, Jawa Timur untuk fasilitas produksi bentuk cair, padat, dan bubuk pada tahun 1995. Tiga tahun kemudian, PT Afifarma memperoleh izin produksi industri farmasi, industri kosmetik, industri perbekalan kesehatan rumah tangga dari Menteri Kesehatan Indonesia serta mendapatkan sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) di Mauni Industri 8, Kediri, Jawa Timur.

Hingga tahun 2014, PT Afifarma telah memproduksi 98 produk farmasi. PT Afifarma juga memiliki kapasistas produksi 18 miliar tablet per tahun, 200 juta botol bentuk sediaan cair per tahun, 1 miliar kapsul per tahun serta 50 juta tabung bentuk sediaan semi padat per tahun.

PT Yarindo Farmatama

PT Yarindo Farmatama merupakan anak usaha dari perusahaan farmasi Fahrenheit. Melansir dari situs resmi perusahaan, awalnya pada krisis keuangan tahun 1998 di Indonesia, Fahrenheit melihat adanya pergeseran pertumbuhan pasar dari pasar generik bermerek ke pasar generik yang lebih rendah.

Melihat ini sebagai peluang, Fahrenheit memutuskan untuk memasuki pasar dengan mendirikan anak perusahaan manufaktur generiknya PT. Yarindo Farmatama, berlokasi di Serang, Banten.

Dalam kurun waktu lebih dari lima tahun sejak didirikan, PT. Yarindo Farmatama telah menikmati tingkat pertumbuhan lebih dari 50% per tahun. Kedua perusahaan telah memberikan keunggulan kompetitif yang tak tertandingi karena mereka mampu menembus secara agresif di pasar etis.

Sebagai hasil dari pertumbuhan yang kuat di segmen medis, Fahrenheit memutuskan untuk mendirikan anak perusahaan lain, PT. Dian Langgeng Pratama untuk mempromosikan alat kesehatan. Saat ini, PT. Dian Langgeng Pratama bertanggung jawab untuk memasarkan dan mendistribusikan produk medis impor.

Namun tidak berhenti di situ, hingga saat ini Fahrenheit masih mencari mitra yang dapat diandalkan untuk memasarkan dan mendistribusikan produk medis khusus.

Dikatakan bahwa dalam waktu dekat, PT. Dian Langgeng Pratama berencana berinvestasi di fasilitas manufaktur alat kesehatan tersebut. Ekspansi dan pengembangan tersebut menunjukkan komitmen mendalam Fahrenheit di pasar medis.

Universal Pharmaceutical Industries

Universal Pharmaceutical Industries adalah perusahaan obat yang berlokasi di Tanjung Mulia, Medan, Sumatera Utara. Berdasarkan informasi dari situs resmi perusahaan, Universal Pharmaceutical Industries (UNIPHARMA) adalah perusahaan yang berasal dari Suriah.

UNIPHARMA sendiri meruakan perusahaan keluarga terbatas yang didirikan pada tahun 1990 menurut Undang-Undang Investasi Suriah No. 10. Saat ini UNIPHARMA sendiri telah mengekspor ke beberapa negara Arab, Asia dan Afrika, di mana perusahaan dan produknya telah terdaftar.

Adapun berkat jaringannya yang luas, UNIPHARMA mampu memproduksi sekitar 25.000.000 unit obat setiap tahunnya. Sedangkan kapasitas produksi tahunan penuhnya dapat mencapai 80.000.000 unit. Tentu saja, dikatakan bahwa spesifikasi produk UNIPHARMA diproduksi dengan baik sesuai dengan Norma dan spesifikasi Internasional.

Simak Video 'Daftar 7 Obat dari 3 Industri Farmasi yang Disanksi BPOM':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT