RI Bisa Jadi Rujukan Pembentukan Harga Acuan CPO Dunia

ADVERTISEMENT

RI Bisa Jadi Rujukan Pembentukan Harga Acuan CPO Dunia

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 05 Nov 2022 08:20 WIB
Aktivitas petani sawit Foto: Dok Polda Riau
Foto: Aktivitas petani sawit Foto: Dok Polda Riau
Jakarta -

Indonesia bisa menjadi rujukan pembentukan harga acuan minyak sawit atau crude palm oil (CPO) di pasar global sekaligus jadi referensi harga komoditas sawit di Indonesia hingga dunia. Hal itu didorong oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

Direktur Utama KPBN Rahmanto Amin Jatmiko mengatakan Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia, namun harga acuan saat ini pelaku industri sawit dunia merujuk ke dua bursa utama MDEX di Malaysia dan Rotterdam di Belanda.

"Membuat Indonesia ikut mewarnai dinamika pembentukan harga CPO dunia melalui bursa komoditas yang ada di KPBN adalah tekad dan inisiatif kami," kata Rahmanto dikutip dari Antara, Sabtu (5/11/2022).

Sejak 1968, KPBN yang merupakan anak usaha dari holding PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) telah menyelenggarakan bursa CPO bagi pelaku industri sawit di Indonesia.

Bursa harian minyak sawit KPBN telah menjadi referensi bagi Kementerian Pertanian sebagai patokan harga tandan buah segar (TBS) dari petani sawit maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai rujukan subsidi biodiesel.

Rahmanto menjelaskan langkah awal untuk mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai rujukan pembentukan harga acuan minyak sawit dunia sudah dimulai dengan berkolaborasi dengan dua perusahaan media internasional, yakni Reuters dan Bloomberg.

Menurutnya, kolaborasi itu juga menjadi salah satu upaya strategis KPBN dalam mengenalkan diri ke dunia internasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai referensi harga komoditas sawit global.

"Salah satu manfaat kerja sama itu membuat harga yang terbentuk dari Bursa Komoditi KPBN tampil dalam platform system terminal dari Bloomberg maupun Reuters (Refinitive) dan bersanding dengan informasi dari bursa utama dunia lainnya, sehingga bisa diakses oleh pihak yang berkepentingan tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia," jelas Rahmanto.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT