Prabowo di Depan TNI AU: Tidak Boleh Mark Up Gila-gilaan, Itu Pengkhianatan!

ADVERTISEMENT

Prabowo di Depan TNI AU: Tidak Boleh Mark Up Gila-gilaan, Itu Pengkhianatan!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 08 Nov 2022 12:44 WIB
Jakarta -

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bicara soal praktik korupsi dan manipulatif di kalangan komunitas pertahanan dan TNI. Ia meminta hal tersebut dihilangkan.

"Saudara sekalian mungkin yang saya sampaikan ini kurang enak bagi pihak tertentu. Tapi kita harus menghilangkan praktik-praktik korupsi dan manipulasi di kalangan komunitas pertahanan di kalangan tentara nasional Indonesia," kata Prabowo dalam Seminar Nasional Tantangan TNI AU dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan yang disiarkan melalui saluran YouTube Airmen TV Dispenau, Selasa (8/11/2022).

Prabowo awalnya berbicara soal prioritas kemitraan dengan pihak swasta karena cepat bergerak. Ia juga menyinggung Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan yang juga merupakan perwira TNI AU dengan pangkat Marsekal Muda (Marsda) berdasarkan profil di laman PTDI.

"Saya bangga juga bisa mencalonkan dan diterima presiden, Dirut PTDI adalah Angkatan Udara yang bidangnya adalah teknik penerbangan. Jadi the right man in the right place," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian meminta pihak terkait menghentikan mark up gila-gilaan karena pengkhianatan besar terhadap negara.

"Tidak boleh lagi praktik-praktik mark up gila-gilaan. Mark up adalah mencuri uang rakyat. Saya mohon, semua kalangan. Apalagi dengan tidak mengutamakan pemeliharaan alutsista, itu menurut saya adalah penghianatan besar terhadap negara bangsa rakyat dan terhadap anak buah. Tidak boleh adalagi manipulasi permainan suku cadang. Tidak boleh ada lagi mark up mark up, kalau ada di zaman saya Menteri pertahanan saya akan kejar," tutur Prabowo.

Peringatan ini juga dialamatkan kepada industri pertahanan, termasuk BUMN. Jika ada bos BUMN yang nakal, maka Prabowo tak segan-segan bertindak.

"Saya juga ingatkan ke industri pertahanan. Tugasmu adalah tugas yang vital dan suci bagi kepentingan bangsa dan negara. Kalau ada direksi BUMN industri pertahanan yang masih melakukan tindakan tidak benar, saya akan kejar," kata Prabowo.

(ara/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT