Induk Usaha Ekspansi ke Dubai, Pupuk Kaltim Yakin Bisa Perluas Pasar

ADVERTISEMENT

Induk Usaha Ekspansi ke Dubai, Pupuk Kaltim Yakin Bisa Perluas Pasar

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 22 Nov 2022 10:19 WIB
Pupuk Indonesia
Foto: Pupuk Indonesia
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai induk perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah meresmikan kantor perwakilannya di Dubai, Uni Emirat Arab pada akhir Oktober lalu. Ekspansi ini dilakukan untuk mendukung tiga inisiatif pengembangan Pupuk Indonesia ke depan.

Tiga pengembangan tersebut adalah memastikan Pupuk Indonesia memiliki keunggulan operasional, termasuk efisiensi rantai pasok. Inisiatif kedua terkait ketahanan dan optimalisasi pangan, di mana pupuk menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan untuk memiliki ketahanan pangan yang lebih baik.

Inisiatif ketiga, Pupuk Indonesia dapat menjadi salah satu produsen produk-produk yang terkait dengan green and circular economy, seperti melalui green ammonia, green hydrogen, atau dalam jangka menengah termasuk blue ammonia dan blue hydrogen.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan perseroan memilih Dubai karena reputasinya sebagai salah satu kota terbaik di dunia untuk kemudahan berbisnis. Selain itu, lokasinya pun sangat strategis karena terletak di antara negara-negara Eropa dan Afrika.

"Jadi sebagaimana arahan Menteri BUMN agar Pupuk Indonesia go global, kami melakukan ekspansi untuk mendekatkan diri pada pasar, dan juga mencari peluang-peluang bisnis lain, khususnya di bidang trading komoditas," jelas Bakir dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (22/11/2022).

Ke depannya, kata Bakir, kantor perwakilan Pupuk Indonesia di Dubai ini akan difungsikan untuk mendukung bisnis trading Pupuk Indonesia dan tentunya akan membuka peluang juga bagi anak perusahaan, termasuk PKT, bisa membuka jalur lebih luas untuk ekspor, khususnya untuk urea dan amonia.

Sepanjang 1 Januari-31 Agustus 2022, PKT telah memproduksi pupuk urea 63,43 persen dari target sepanjang tahun sebesar 3,42 juta ton dan amonia sebesar 70,71 persen dari target 2,79 juta ton. Saat ini, sebagian besar produk PKT tersebut menyasar pasar ekspor, setelah memastikan pupuk untuk kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Terkait ekspor, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengungkapkan pihaknya membidik negara-negara yang terkena dampak perang Rusia-Ukraina dan kebijakan pembatasan ekspor pupuk dari China, seperti India, dan negara-negara Eropa, dengan tetap mempertahankan pasar ekspor lainnya yang sudah berjalan seperti negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur. Selain Asia dan Eropa, Pupuk Kaltim juga memperluas pasar ke Australia, Meksiko, Amerika Serikat (AS), dan Amerika Selatan.

Rahmad menambahkan meski dua tahun terakhir ini kondisi global perekonomian cukup dinamis akibat pandemi COVID-19 hingga perang Rusia-Ukraina, Pupuk Kaltim mampu memanfaatkan

kondisi tersebut untuk menciptakan peluang dan pertumbuhan dengan memanfaatkan keuntungan letak lokasi yang sangat strategis sehingga dapat bersaing dengan negara-negara Asia Pasifik lainnya.

Rahmad menyebut amonia dan urea yang telah menjadi komoditas ekspor unggulan Pupuk Kaltim akan mendapatkan peluang baru untuk diekspor ke wilayah yang lebih luas lagi nantinya lewat keberadaan kantor perwakilan Pupuk Indonesia di Dubai ini. Jika hal ini tercapai, lanjut Rahmad, maka perluasan akses terhadap ekspor produksi dan penguatan relasi bisnis dalam ranah internasional pun akan mengikuti. Namun, ia menegaskan Pupuk Kaltim sebagai pelaku industri dari Indonesia juga harus siap untuk bersaingagar dapat menonjol di kancah internasional.

"Pupuk Kaltim memang sudah dominan di pasar Indonesia. Bahkan PKT adalah produsen urea terbesar saat ini di Asia Tenggara. Tetapi kami juga paham, untuk bisa merangsek masuk ke pasar global yang lebih besar, masih banyak hal yang perlu kami persiapkan. Tapi dengan pembukaan kantor perwakilan Pupuk Indonesia di Dubai ini bisa menambah satu lagi pintu kesempatan terbuka untuk PKT," tutur Rahmad.

Untuk mempersiapkan ekspansi global ini, jelas Rahmad, PKT terus berinovasi lewat keunggulan teknologi dan SDM. Dalam memberdayakan SDM, perusahaan mengimplementasikan industri 4.0 pada setiap aspekoperasionalnya guna meningkatkan produktivitas melalui implementasi smart production.

Rahmad memaparkan Implementasi teknologi 4.0 tersebut melibatkan digitalisasi dan integrasi data secara online dan menyeluruh dengan memanfaatkan teknologi digital terkini dengan sistem cybersecurity yang mutakhir. Selain itu, model produksi yang dilakukan PKT juga telah berbasis pada standar Sistem Manajemen Energi ISO 50001.

"Pastinya kami mendukung strategi dan inovasi berkelanjutan yang dihadirkan oleh Pupuk Indonesia. Semoga dengan peresmian kantor perwakilan di Dubai ini juga bisa memotivasi kami selaku anak perusahaan untuk juga bisa memberikan performa terbaik kami untuk bisa jadi bagian ekspansi global Pupuk Indonesia," ujar Rahmad.



Simak Video "Komitmen Pupuk Indonesia dalam Produksi Green dan Blue Ammonia"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT