Usai Aksi Protes karena COVID, Foxconn Mulai Bikin iPhone Lagi

ADVERTISEMENT

Usai Aksi Protes karena COVID, Foxconn Mulai Bikin iPhone Lagi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 06 Des 2022 14:05 WIB
HANOVER, GERMANY - MARCH 04:  The stand of Taiwanese electonics giant Foxconn promotes green and energy saving business practice at the CeBIT technology fair on the first day the fair opened to the public on March 4, 2008 in Hanover, Germany. CeBIT, the worlds largest technology trade fair, will run from March 4-9.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Produsen iPhone, Foxconn menyatakan akan memulihkan kapasitas produksi di fasilitasnya di China. Hal itu menyusul adanya pembatasan karena COVID-19 dan aksi protes.

Dikutip dari CNN, Selasa (6/12/2022), Foxconn menyatakan, fasilitas yang dikenal dengan iPhone City biasanya menampung ratusan pekerja telah dikendalikan.

"Kami juga telah mulai merekrut karyawan baru, dan secara bertahap bergerak menuju pemulihan kapasitas produksi menjadi normal," kata Foxconn.

Foxconn tidak memberikan detail lebih lanjut. Para eksekutifnya mengatakan kepada Reuters bahwa produksi penuh akan dilanjutkan antara akhir Desember dan awal Januari.

Analis Wedbush Securities, Daniel Ives mengatakan, gangguan pasokan yang berlangsung di fasilitas kota Zhengzhou merugikan Apple sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp 15,6 triliun (asumsi kurs Rp 15.600) dari penjualan iPhone yang hilang. Dia memperkirakan, Apple kekurangan antara 10 juta dan 15 juta iPhone di musim belanja liburan.

Analis memperkirakan masalah produksi di iPhone City akan mempercepat laju diversifikasi rantai pasokan Apple dari China. Menurut The Wall Street Journal, Apple telah mempercepat rencana untuk mengalihkan sebagian produksinya ke luar China. Dilaporkan, pemasok berencana lebih aktif untuk merakit produk Apple di tempat lain di Asia, khususnya India dan Vietnam. Apple sendiri belum memberikan tanggapan.

"Pergeseran dari China tidak akan mudah dan datang dengan rintangan logistik, teknik, dan infrastruktur yang jelas karena langkah agresif ke India dan Vietnam sekarang dimulai dengan peringatan ekosistem Apple," tulis Ives.



Simak Video "Detik-detik Kerusuhan Karyawan Pabrik Terbesar iPhone di China"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT