Pupuk Iskandar Muda Produksi 526 Ribu Ton Pupuk Urea, Pasokan Gas Aman?

ADVERTISEMENT

Pupuk Iskandar Muda Produksi 526 Ribu Ton Pupuk Urea, Pasokan Gas Aman?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 02 Jan 2023 16:35 WIB
Menyambut musim tanam Oktober-Maret (Okmar), PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi Urea dan NPK.
Ilustrasi/Foto: Dok. PT Pupuk Indonesia
Jakarta -

Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memproduksi urea 526.580 ton atau 82,28% dari rencana produksi 640.000 ton/tahun dan Amoniak 377.510 ton atau 101,48% dari rencana produksi 372.800 ton/tahun.

Direktur Utama PT PIM, Budi Santoso Syarif mengatakan pihaknya memaksimalkan sati pabrik untuk produksi pupuk. Produksi pupuk tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor.

"Momen akhir tahun ini kita berhasil mengoperasikan pabrik pupuk NPK yang berkapasitas 500.000 ton per tahun sehingga pada hari ini juga melakukan penjualan perdana produk pupuk NPK PIM secara simbolis oleh jajaran direksi PIM sehingga kita harapkan akan dapat memenuhi kebutuhan pupuk NPK kepada petani," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/1/2023).

PT PIM juga melaksanakan pengantongan akhir 2022 dan pengantongan awal 2023 secara simbolis yang disertai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim seluruh desa lingkungan perusahaan di area Handling Produk PIM. PIM juga meresmikan penjualan perdana pupuk NPK dan dilanjutkan dengan pengapalan akhir 2022 di pelabuhan PIM.

PIM berkomitmen melakukan langkah-langkah dalam strategis demi tersedianya kebutuhan bahan baku gas sebagai kebutuhan utama bahan baku pabrik dan juga senantiasa mengoptimalkan operasional pabrik untuk tercapainya target produksi sehingga dapat terus memberikan kontribusi yang maksimal dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

"Saya mewakili Manajemen PT PIM mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh Insan PIM sepanjang tahun 2022 ini yang memiliki semangat perjuangan sangat tinggi dan berusaha maksimal untuk kemajuan Perusahaan. Semoga waktu dan tenaga yang dikeluarkan mendapatkan balasan dari Allah SWT dan apa yang kita niatkan berjalan dengan lancar," terangnya.

PIM terus melakukan pengembangan di antaranya komersialisasi lahan IMIA (Iskandar Muda Industrial Area), Program Makmur, dan program-program strategis berdasarkan sumber daya yang tersedia seperti Blok Andaman, Blok Gebang, Blok Bireuen Sigli Oil and Gas serta potensi sawit dan sumberdaya lainnya. Potensi tersebut memicu PIM untuk terus berkarya mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi melalui pembangunan pabrik Blue Ammonia dan Green Ammonia sebagai Industri Hijau. PIM mengajak investor untuk melakukan investasi hilirisasi sawit di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe untuk bersama-sama mewujudkan kawasan Green Industry Cluster (GIC) pertama di Indonesia.

Budi menyampaikan bahwa sepanjang 2022, sebanyak 94 kapal telah bersandar di TUKS PIM mengangkut pupuk urea dan amonia untuk didistribusikan ke domestik maupun untuk kebutuhan ekspor. Penghujung 2022 ditutup pengapalan pupuk urea bag diangkut oleh Kapal Hodasco 19 dengan tujuan Padang, Sumatera Barat dan dilakukan pelepasan kapal secara langsung oleh direksi PIM didampingi SVP, VP, dan Staf di Pelabuhan PIM.



Simak Video "Komitmen Pupuk Indonesia dalam Produksi Green dan Blue Ammonia"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT