Pengusaha di Jerman Pusing Gegara Pasokan Tenaga Kerja Seret

ADVERTISEMENT

Pengusaha di Jerman Pusing Gegara Pasokan Tenaga Kerja Seret

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 12 Jan 2023 22:49 WIB
Pabrik Mercedes-Benz di Sindelfingen, Jerman, kembali melakukan produksi setelah sempat ditutup karena pandemi virus Corona (COVID-19).
Ilustrasi/Foto: AP/Matthias Schrader
Jakarta -

Sektor industri di Jerman mengalami kekurangan tenaga kerja terlatih. Kamar Dagang dan Industri Jerman (Deutscher Industrie-und Handelskammertag e.V./DIHK). mengatakan lebih dari setengah perusahaan di Jerman sedang pusing mencari tenaga kerja terlatih (skilled Labor).

Banyak sekali lowongan kerja yang tidak terisi sehingga kekurangan tenaga kerja terlatih. DIHK menemukan dalam survei terhadap 22.000 perusahaan, 53% melaporkan kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja terlatih.

Hal ini disebut menjadi salah satu tanda terbaru hambatan pertumbuhan ekonomi di negara dengan kapasitas ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

"Kami dapat berasumsi bahwa sekitar 2 juta lowongan akan tetap tidak terisi. Hal ini membuat perusahaan kehilangan produksi senilai hampir 100 miliar Euro," ujar Achim Dercks, Wakil Kepala Eksekutif DIHK dilansir dari Reuters, Kamis (12/1/2023).

Kekurangan staf, harga energi yang tinggi, dan komitmen emisi rendah adalah campuran berbahaya yang dapat menyebabkan perusahaan memindahkan produksi ke luar negeri.

"Kekurangan pekerja terampil tidak hanya menjadi beban bagi bisnis, tetapi juga membahayakan keberhasilan dalam tugas-tugas penting di masa depan seperti transisi energi, digitalisasi, dan pembangunan infrastruktur," kata Achim Dercks.

Pekerja dengan keterampilan yang dibutuhkan industri semakin langka, termasuk di sektor manufaktur yang merupakan mesin pembangkit tenaga ekspor Jerman.

Survei DIHK menemukan lowongan kerja di 67% produsen peralatan listrik Jerman tidak terisi. Hal yang sama juga terjadi pada 67% perusahaan teknik mesin, dan juga 65% pabrik pembuat mobil.

(hal/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT