Diminta Buat Harga Acuan Minyak Sawit Juni 2023, Bappebti Nego ke Mendag

ADVERTISEMENT

Diminta Buat Harga Acuan Minyak Sawit Juni 2023, Bappebti Nego ke Mendag

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 20 Jan 2023 14:14 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat kelapa sawit yang akan diolah menjadi minyak kelapa sawit Crude palem Oil (CPO) dan kernel di pabrik kelapa sawit Kertajaya, Malingping, Banten, Selasa (19/6). Dalam sehari pabrik tersebut mampu menghasilkan sekitar 160 ton minyak mentah kelapa sawit. File/detikFoto.
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menginstruksikan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk segera membentuk bursa sawit. Dengan langkah ini, Indonesia dapat membentuk harga acuan sendiri untuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko mengatakan, Zulhas menargetkan harga acuan tersebut telah terbentuk di Juni 2023. Namun menurutnya hal itu sangat sulit terwujud, sehingga ia menegosiasikannya.

"Saya kemarin memang agak nawar sedikit ke Pak Menteri. Juni bukan jadi price reference (harga acuan), tapi cikal bakal dari price reference, CPO masuk bursa," kata Didid, dalam acara Penutupan Rapat Kerja Bappebti, di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (19/01/2023).

Menurut Didid, bulan Juni CPO masuk ke bursa merupakan perhitungan yang tepat. Apalagi mengingat MDEX, bursa Malaysia yang selama ini jadi salah satu acuan harga CPO RI, terbentuk dengan memakan waktu lebih dari 5 tahun untuk membentuk sendiri harga acuannya.

"Jadi ketika bulan Juni CPO masuk ke dalam bursa, menurut kami itu audah sangat optimis. Setelah masuk, itu akan berjalan. Dirjen Daglu (Perdagangan Luar Negeri) akan mengawal, kaitannya dengan ekspor," kata Didid.

Hingga saat ini, Didid menyampaikan, pihaknya telah membentuk roadmap dengan progres mencapai 60-70%. Namun demikian, Bappebti akan melakukan serangkaian perbaikan berdasarkan masukan-masukan yang didapat selama Rapat Kerja.

"Apa yang akan kami lakukan? Menyusun roadmap-nya ini yang kita harapkan akan selesai dalam 2 minggu ke depan. Roadmap ini bukan selesai langsung dijalankan, karena kita harus tetap koordinasi dengan kementerian dan lembaga," ujar Didid.

Setelah menyelesaikan konsepnya terlebih dulu, Bappebti akan melakukan roadshow ke berbagai instansi terkait. Setelah roadmap tersebut matang, Didid berharap, di bulan Maret atau April sudah bisa dicoba.

"Dengan rencana kerja seperti itu, kami oprtimis Mei atau Juni selambatnya, CPO sudah akan masuk ke bursa," katanya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT