Danantara mengungkapkan PT PAL Indonesia berperan sebagai perusahaan inti (anchor) dari industri galangan kapal nasional. Langkah ini sebagai hasil dari merger perusahaan pelat merha yang bergerak di industri perkapalan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan kebijakan tersebut sekaligus mendorong percepatan industrialisasi nasional sektor perkapalan di Indonesia.
"PT PAL akan menjadi anchor daripada perusahaan perkapalan kita, kita melakukan merger daripada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri perkapalan," kata Dony dalam Raker dan RDP dengan Komisi VI DPR, Rabu (4/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dony seluruh BUMN di sektor perkapalan wajib membeli kebutuhan manufaktur kapalnya ke PT PAL.
"Tetapi dampaknya adalah kita akan mewajibkan seluruh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal yang berada dalam lingkup Danantara itu diwajibkan dilakukan di PT PAL," tegas Dony.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan industri perkapalan kita, termasuk di dalamnya PT PIS, PT PELNI, PT ASDP ini kita wajibkan untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di PT PAL," sambungnya.
Selain meningkatkan industri perkapalan, Dony bilang langkah ini juga untuk mengurangi kebutuhan impor manufaktur perkapalan dalam negeri. Pasalnya, sebagian manufaktur kapal RI masih diimpor.
"Dengan demikian industri ini akan memberikan dampak terhadap employment dan juga tentu mengurangi impor kita," terang Dony.
Lihat juga Video Proses Pengerjaan Perbaikan Kapal Perang di PT PAL











































