PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menggelar VKTR Day, yang mempertemukan mitra pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi. CEO VKTR Anindra Ardiansyah Bakrie mengatakan, acara ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Mengusung tema From Local Manufacturing to National Impact, VKTR menegaskan perannya sebagai manufaktur kendaraan listrik dalam negeri yang telah bergerak dari tahap pengembangan menuju implementasi nyata. Hal ini tercermin dari portofolio pengiriman unit, kerja sama lintas sektor, serta capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah mencapai lebih dari 40%.
"Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja. Diperlukan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi agar manufaktur lokal mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ardiansyah menyatakan, penguatan manufaktur lokal merupakan fondasi strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Menurutnya, kebijakan dan kesiapan industri, serta implementasi di lapangan harus berjalan secara paralel.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa VKTR melakukan serah terima 10 unit kendaraan listrik, berupa lima unit compactor kepada Dinas Lingkungan Hidup dan lima unit dump truck kepada Sumber Daya Air. Penyerahan ini menjadi bagian dari dukungan VKTR terhadap operasional pemerintah yang lebih efisien dan rendah emisi melalui pemanfaatan kendaraan listrik produksi dalam negeri.
Kendaraan tersebut akan digunakan untuk pengangkutan sampah perkotaan, yang selanjutnya akan diolah menjadi energi, sehingga berkontribusi dalam mendukung implementasi program Waste-to-Energy (WTE) serta pengurangan emisi karbon di sektor transportasi dan pengelolaan limbah.
VKTR juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Panah Perak Megasarana disaksikan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia. Melalui kerja sama ini, VKTR akan menyediakan layanan transportasi bagi PT Panah Perak Megasarana berupa truk listrik untuk distribusi pelet biomassa.
Pelet Biomassa merupakan bahan bakar padat terbarukan berbentuk silinder kecil, dibuat dari biomassa terkompresi seperti serbuk gergaji, limbah kayu, dan residu pertanian yang selanjutnya PT PLN Energi Primer Indonesia akan mengolah pelet biomassa menjadi energi.
"Integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai nilai Waste-to-Energy menunjukkan bahwa sektor transportasi dapat berperan langsung dalam mendukung transisi energi Indonesia," ujar V. Bimo Kurniatmoko, Direktur VKTR.
VKTR juga memaparkan portofolio pengiriman kendaraan listrik yang telah berjalan di berbagai sektor. Perusahaan telah menyerahkan tiga unit bus listrik untuk salah satu perusahaan pertambangan Badan Usaha Milik Negara untuk mobilisasi karyawan, serta mengirimkan 50 unit bus listrik Transjakarta melalui operator DAMRI sebagai bagian dari total 80 unit pesanan, dengan 30 unit lainnya telah selesai dirakit dan tengah memasuki tahap karoseri.
Selain itu, VKTR tengah memproduksi 2 unit shuttle bus listrik 8m bagi salah satu institusi pendidikan di Jawa Tengah yang ditargetkan untuk dikirim pada akhir kuartal II. Mengawali tahun 2026, Perusahaan juga telah memperoleh purchase order bus listrik dari perusahaan pengembang real estat terkemuka di Jakarta.
Lihat juga Video: Jokowi Kunjungi Gelaran PEVS: Ekosistem Kendaraan Listrik Segera Terbangun











































