PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD melalui anak perusahaannya PT Berdikari melakukan groundbreaking pengembangan industri ayam fase pertama. Secara keseluruhan proyek ini akan berada di 30 lokasi.
Lokasi proyek tersebut berada di Kabupaten Malang Jawa Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Bone, Kabupaten Penajam Paser, dan Kabupaten Sumbawa.
Direktur Utama ID Food Ghimoyo mengatakan groundbreaking ini merupakan salah satu upaya pengembangan industri ayam terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total 30 titik pengembangan industri poultry diharapkan akan ada tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur.
"Sekaligus menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan, berupa penciptaan lapangan kerja sebanyak 1,46 juta lapangan kerja baru, serta peningkatan pendapatan peternak hingga Rp 81,5 triliun per tahun secara bruto," jelas Ghimoyo di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Selain itu, hilirisasi industri ayam akan menopang kebutuhan pangan bagi 82,9 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus berkontribusi dalam penurunan angka stunting dan kemiskinan struktural.
"Melalui proyek ini kita harapkan terciptanya stabilisasi pasokan, penguatan cadangan stok nasional, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Untuk itulah BUMN hadir untuk menjaga stabilitas pasokan dan stabilitas harga," terang Ghimoyo.
(hrp/hns)










































