Menperin Sebut Industri Pengolahan RI Makin Kuat, Ini Buktinya

Menperin Sebut Industri Pengolahan RI Makin Kuat, Ini Buktinya

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 07 Feb 2026 08:33 WIB
Menperin Sebut Industri Pengolahan RI Makin Kuat, Ini Buktinya
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita/Foto: Dok. Kemenperin
Jakarta -

Industri pengolahan kembali mendominasi dalam kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 19,07%.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan kuatnya dominasi dan kontribusi industri pengolahan pada perekonomian nasional.

"Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar tapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya," ujar Agus dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontribusi Industri Pengolahan dari tahun ke tahun juga meningkat. Pada 2023 sebesar 18,67%, di 2024 naik menjadi 18,98% dan terus naik di tahun 2025 menjadi 19,07%.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Industri Pengolahan selama 3 tahun terakhir positif dan stabil. Pada tahun 2023 pertumbuhan industri pengolahan sebesar 4,64%, di tahun 2024 menjadi 4,43% dan akhirnya naik signifikan menjadi 5,30% di tahun 2025.

Industri Pengolahan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dibanding sektor lainnya. Di tahun 2023 misalnya, sektor ini memberikan sumbangan sebesar 0,95% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, tahun berikutnya menjadi 0,90% dan melanjutkan kenaikan di 2025 menjadi 1,07%.

Lebih lanjut, kinerja ekspor Industri Pengolahan sangat baik, pada tahun 2023 tercatat tumbuh 1,73%, kemudian melonjak di tahun 2024 mencapai 6,85% dan terus melanjutkan kenaikan pada tahun 2025 menjadi 7,03%.

Di sisi lain impor Barang dan Jasa masih turun, pada 2023 minus 1,24%, di tahun 2024 8,15% dan pada 2025 turun menjadi 4,77%. Kenaikan ekspor dan penurunan impor merupakan bukti penguatan struktur industri pengolahan nasional.

"Jadi berdasarkan data BPS ini, terjadi kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam 3 tahun terakhir, hal ini membuktikan bahwa penguatan struktur industri nasional sudah terjadi," jelas Agus.

Pada tahun ini, untuk menjaga industri pengolahan terus tumbuh, Kemenperin akan memperkuat integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri besar atau industri dalam negeri. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pemerataan ekonomi nasional.

"Sesuai arahan Bapak Presiden untuk memperkuat industri kecil, Kami akan meningkatkan integrasi Industri Kecil ke dalam rantai pasok Industri Naional. Hal ini tidak saja untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri tapi juga untuk pemerataan ekonomi nasional," tutur Agus.

Agus menambahkan, arah kebijakan pemberdayaan industri kecil ke dalam rantai pasok industri sejalan dengan Asta Cita, khususnya yang berkaitan dengan penguatan industri nasional sebagai motor pertumbuhan ekonomi, peningkatan nilai tambah sumber daya dalam negeri, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta penguatan kemandirian dan daya saing bangsa.

"Dalam konteks ini, sektor industri pengolahan ditempatkan sebagai penggerak utama transformasi ekonomi menuju struktur ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan," imbuhnya.

Dengan demikian, berdasarkan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB Nasional, berdasarkan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kinerja ekspor impor maka dapat dikatakan bahwa industri pengolahan tidak mengalami deindustrialisasi, apalagi deindustrialisasi dini.

(ada/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads