Mobil Pickup India buat Kopdes Merah Putih Datang Bertahap hingga Akhir 2026

Mobil Pickup India buat Kopdes Merah Putih Datang Bertahap hingga Akhir 2026

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 20 Feb 2026 21:50 WIB
Mobil Pickup impor India buat Koperasi Desa Merah Putih
Mobil Pickup impor India buat Koperasi Desa Merah Putih.Foto: Dok. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota
Jakarta -

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan mobil pickup impor India akan datang bertahap ke Indonesia.

Menurut Joao hingga akhir Februari ini sekitar 1.000 unit akan datang ke Indonesia. Targetnya 105.000 mobil pickup India tersebut total masuk pada akhir 2026.

"Sebulan ini komplitlah 1.000 an, dan semuanya (105.000 mobil pickup) tuh kita usahakan dalam tahun ini tiba (di Indonesia)," ujarnya saat ditanya detikcom di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Joao bilang, mobil pickup India memiliki spesifikasi bagus.

ADVERTISEMENT

"Mobilnya keren asli, itu pickup single cabin dalamnya itu ada AC, dalamnya itu sudah ada ada lagu, ada musiknya dan dia 4x4 gitu. Makanya udah dia masuk sini tuh merek-merek lain tuh kalau nggak mau nurunin harga ya lu nggak bisa kompetitif gitu iya kan, biar fair price lah gitu," ujarnya.

Joao menambahkan alasan mengimpor mobil pickup India lantaran produksi di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan untuk koperasi merah putih.

"Alasan pertama, kita pertama karena produksi lokal selama ini kan 70 ribuan, sehingga kalau kita ambil semua di lokal nanti itu kan mengganggu industri logistik yang lain-lainnya. Sehingga untuk menjaga harmonisasi kita buka ruang untuk memberikan pilihan kepada masyarakat agar punya alternatif-alternatif, sehingga kita bisa mendapatkan kendaraan dengan harga yang fair," ujar Joao menjawab pertanyaan detikcom, ddi Jakarta, Jumat (20/2/2025).

Kedua, mobil pickup yang diimpor memiliki spesifikasi yang kompetitif dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Ia mengklaim harga unit yang didatangkan sekitar setengah dari harga kompetitor di pasar saat ini.

Ketiga, kata Joao, konsumen cenderung tidak memiliki banyak pilihan sehingga harga kendaraan dari merek-merek tertentu belum tentu sepadan dengan nilai yang didapatkannya.

"Ke depannya orang beli mobil itu ada fair price. Money value itu menjadi sesuai dengan apa yang kita spend gitu, karena mobil yang saya masukin ini saya kan punya merek-merek yang lain ini nggak sebanding sama sekali. Sedangkan harganya setengah harga daripada harga kompetitornya gitu," terang Joao.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads