Indonesia melakukan kerja sama pengembangan teknologi semikonduktor dengan Inggris. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara BPI Danantara dan Arm Limited di London, Senin 23 Februari 2025 kemarin. Presiden Prabowo Subianto pun hadir langsung dalam penandatanganan tersebut.
Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah strategis Indonesia untuk menguasai teknologi semikonduktor. Arm merupakan salah satu perusahaan yang mendominasi pasar semikonduktor untuk sektor otomotif global, khususnya pada aspek desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama akan diarahkan untuk mempercepat peningkatan kapasitas dan kemandirian nasional dalam pengembangan teknologi semikonduktor, yang menjadi elemen dasar bagi beragam inovasi dan ekosistem digital. Pihak Arm akan memberikan pelatihan untuk 15 ribu orang dari Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip," jelas Airlangga dalam keterangannya, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/2/2026).
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional. Hal ini menjadi langkah lompatan strategis alias leapfrog bagi Indonesia dalam penguatan ekosistem digital.
Danantara dan Arm juga bakal melakukan pengembangan enam desain chip pada bidang intellectual property (IP) strategis yang akan dimiliki Indonesia. Mulai dari teknologi otomotif, internet of things, data center, hingga kebutuhan rumah tangga.
"Yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain. Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia," papar Airlangga.
Indonesia pun akan membangun ekosistem pengembangan kapabilitas software digital nasional melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka, seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia, yang selama hampir dua tahun terakhir telah dipersiapkan untuk mendukung agenda tersebut. Para talenta nasional nantinya akan mendapatkan pelatihan langsung dari trainer dalam ekosistem Arm Limited.
Pada tahap selanjutnya, pengembangan generasi baru chip akan membuka peluang investasi yang lebih besar, termasuk pada aspek manufaktur (printing) yang saat ini didominasi oleh sejumlah perusahaan global.
"Selama ini kan dikuasai oleh PSMC, Nvidia, SK Hynix. Bahkan mereka nanti akan Investasi di Indonesia. Ini bagian dari ekosistem," pungkas Airlangga.
Rencana pengembangan ekosistem semikonduktor dengan menggandeng Arm Limited sudah diungkapkan Airlangga sejak Januari lalu. Dia pernah mengatakan rencana itu telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Pendanaan awal untuk kerja sama disiapkan senilai US$ 125 juta atau setara Rp 2,1 triliun (kurs Rp 16.872).
Arm Limited sebelumnya berperan menyusun peta jalan pengembangan semikonduktor di Malaysia dan kini menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia juga.
(acd/acd)











































