India Bidik RI hingga China buat Pasok Pupuk Imbas Perang AS-Iran

India Bidik RI hingga China buat Pasok Pupuk Imbas Perang AS-Iran

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 04 Apr 2026 15:30 WIB
bendera India
Ilustrasi/Bendera India/Foto: Internet
Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai berdampak terhadap rantai pasok pupuk dunia. Sebab selain menjadi sumber minyak, kawasan teluk di Timur Tengah merupakan pemasok besar pupuk amonia dan urea dunia.

Selat Hormuz yang diblokir Iran menjadi jalur sekitar 45% pupuk yang diperdagangkan secara global. Kondisi ini mendorong sejumlah negara untuk mencari sumber sumber-sumber pasokan pupuk lain untuk menjaga produksi pangan dalam negeri.

Salah satunya ada India yang sedang melakukan serangkaian negosiasi dengan banyak negara produsen dan eksportir utama pupuk berbasis nitrogen dan fosfat. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah bisa mengamankan pengadaan langsung, bukan menunggu importir atau sektor swasta India membeli dari luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan saat ini para pejabat India telah menghubungi Indonesia, Rusia, Malaysia, Vietnam, Aljazair, hingga Mesir untuk meminta pasokan urea dan amonium fosfat. Pupuk jenis ini penting untuk menanam padi, kedelai, dan jagung yang adalah makanan pokok warga setempat.

ADVERTISEMENT

"India, pembeli urea terbesar di dunia, kemungkinan akan menunda tender impor karena pihak berwenang berupaya melakukan pembelian langsung dari produsen utama," kata seorang sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut kepada Bloomberg, dikutip Sabtu (4/4/2026).

Di luar itu, pemerintah India juga sedang bernegosiasi dengan negara-negara seperti China, Maroko, Australia, Yordania, Kanada, Finlandia, dan Togo untuk mendapatkan pasokan tambahan. Dikatakan sekitar 16 kedutaan India di luar negeri berkoordinasi erat untuk mengamankan sumber pupuk alternatif tersebut.

Sementara untuk pengamanan di dalam negeri, pemerintah telah mendesak negara-negara bagian untuk mendorong penggunaan pupuk secara bijaksana dan mencegah penimbunan. Sebab permintaan pupuk diperkirakan meningkat mulai pertengahan Mei karena petani bersiap untuk penanaman musim hujan pada Juni.

(igo/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads