Impor Kendaraan Niaga Banjiri RI, Kemenperin Bisa Apa?

Impor Kendaraan Niaga Banjiri RI, Kemenperin Bisa Apa?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2026 11:06 WIB
Gedung Kemenperin
Gedung Kemenperin/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti lonjakan impor kendaraan niaga. Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengatakan, dalam dua tahun terakhir mulai muncul ketidakseimbangan antara produksi domestik dan penjualan nasional.

Pada 2025 tercatat selisih sekitar 4.000 unit ketika kebutuhan pasar domestik tidak sepenuhnya dipenuhi oleh produksi dalam negeri dan justru diisi oleh produk impor.

"Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan pasokan domestik yang harus segera direspons melalui penguatan struktur industri, peningkatan efisiensi produksi, serta optimalisasi kapasitas terpasang," tegas Eko dalam keterangan tertulis, Selasa (9/4/2026).

Kendaraan Dijual Tanpa Surat

Kemenperin juga menyoroti praktik transaksi kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, seperti penjualan tanpa dokumen resmi yang berpotensi meningkatkan risiko kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) di sektor pembiayaan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperbaiki tata kelola pembiayaan kendaraan.

Di sisi lain, maraknya peredaran truk impor yang tidak melalui proses homologasi dan diduga tidak memenuhi standar emisi Euro 4 turut menjadi perhatian serius. "Kondisi ini berpotensi menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat serta menghambat upaya pengendalian pencemaran udara," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko menyebut pihaknya terus memperkuat daya saing industri kendaraan niaga nasional sebagai salah satu penopang utama sistem logistik dan distribusi barang di Indonesia. Hal ini turut mendukung kinerja industri alat transportasi yang selama ini berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

"Sepanjang tahun 2025, kontribusi sektor industri alat transportasi mencapai 1,27% terhadap PDB nasional," ujar Eko dalam Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026.

Kondisi Industri RI

Kontribusi tersebut semakin diperkuat oleh subsektor perdagangan mobil, sepeda motor, serta jasa reparasinya yang mencapai 2,02% terhadap PDB nasional. Kinerja ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang, layanan purna jual, serta peremajaan armada kendaraan niaga di berbagai sektor usaha.

Dari sisi permintaan, sektor transportasi dan pergudangan juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 8,78% pada tahun 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan kendaraan niaga yang andal dan efisien untuk mendukung sistem logistik nasional.

"Dalam konteks inilah, penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 menjadi sangat relevan dan strategis sebagai platform yang menghadirkan berbagai solusi kendaraan niaga untuk menjawab kebutuhan logistik, distribusi, dan transportasi nasional yang terus meningkat," tambahnya.

Lebih dari itu, GIICOMVEC 2026 diharapkan juga dapat memperkuat posisi industri kendaraan niaga Indonesia dalam rantai nilai regional dan global. Namun demikian, Kemenperin juga mencermati adanya sejumlah tantangan struktural yang perlu segera diatasi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), produksi kendaraan niaga pada tahun 2025 mengalami koreksi sebesar 3,5% menjadi 164 ribu unit, dari sebelumnya hampir 170 ribu unit pada tahun 2024. Kondisi ini berdampak pada turunnya tingkat utilisasi industri menjadi sekitar 58%, di bawah batas efisiensi skala industri.

Eko menambahkan, penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 menjadi platform business-to-business yang mempertemukan pelaku industri, pengguna, dan pemangku kepentingan. gelaran tersebut dihadiri 14 merek kendaraan komersial dan lebih dari 35 industri pendukung,

"GIICOMVEC tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat keterhubungan antara produksi, pembiayaan, dan kebijakan. Ini penting untuk meningkatkan utilisasi industri sekaligus memperkuat peran kendaraan niaga dalam perekonomian," tutup Eko.

Simak juga Video 'Prabowo Mau RI Produksi Sedan Listrik Besar-besaran di Tahun 2028':

Halaman 2 dari 2
(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads