RI-Prancis Garap Produksi Alutsista, Industri Lokal Kebagian Proyek

RI-Prancis Garap Produksi Alutsista, Industri Lokal Kebagian Proyek

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 27 Apr 2026 15:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian diplomasi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Selasa (14/4/2026). Prabowo disambut pasukan kehormatan Prancis saat tiba di Istana Elysee.
Foto: (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Γ‰lysΓ©e, Selasa (14/4/2026), membahas lanjutan kerja sama strategis kedua negara, termasuk sektor pertahanan hingga energi.

Prabowo menyebut pembahasan mencakup berbagai bidang. "Termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi hingga pendidikan dan ekonomi kreatif," tulisnya di akun resmi.

Kerja sama pertahanan jadi salah satu fokus. Dari tiga pilar modernisasi alutsista RI-Prancis-laut, udara, dan darat-sektor darat belum masuk tahap kontrak. Sistem artileri swagerak CAESAR disebut jadi kandidat utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber dari Istana Γ‰lysΓ©e yang dikutip La Tribune menyebut Indonesia telah menyampaikan minat menambah pembelian CAESAR. "Kedua kepala negara pun kembali membahas prospek kemitraan strategis tersebut dalam pertemuan di Paris, termasuk respons terhadap krisis di Timur Tengah dan Ukraina," tulis La Tribune.

Pemerintah Prancis juga mulai menyiapkan aspek teknis. Pada Februari 2026, Armament AttachΓ© DGA mengunjungi fasilitas PT Pindad di Bandung untuk mengecek kesiapan produksi, termasuk amunisi kaliber besar dan kendaraan pendukung.

ADVERTISEMENT

"Dalam perspektif yang lebih luas dan jangka panjang, Prancis mendukung Indonesia menjadi pusat industri pertahanan regional di Asia Tenggara," kata Qutsson.

Langkah ini merupakan lanjutan dari MoU antara PT Pindad dan KNDS pada Indo Defence 2025. Kerja sama mencakup perakitan sistem artileri hingga produksi amunisi di dalam negeri.

Skema yang dibahas bukan sekadar pembelian, tapi juga produksi lokal. Pemerintah mendorong setiap pengadaan alutsista disertai alih teknologi dan manufaktur.

"Komitmen kami adalah untuk melakukan transfer perakitan, manufaktur, dan teknologi terhadap Indonesia dalam rangka memberikan kontribusi pada roadmap pemerintah Indonesia untuk kemandirian industri pertahanan nasional," ujar Gerard, Chief Representative KNDS Indonesia.

Saat ini Indonesia menjadi operator CAESAR terbesar di Asia Tenggara dengan 56 unit. Penambahan unit dinilai lebih efisien jika dibarengi produksi dalam negeri.

Jika proyek ini berjalan, industri pertahanan dalam negeri berpeluang memproduksi amunisi kaliber besar yang selama ini masih bergantung pada impor.

Pertemuan lanjutan akan digelar dalam waktu dekat. Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Prabowo dijadwalkan kembali ke Prancis untuk membahas tindak lanjut kerja sama.

"Dan seperti kita ketahui bersama bahwa hubungan pribadi antar kedua Presiden merupakan sesuatu yang sangat dekat, yang akan merupakan sebuah modal besar dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis," ujar Sugiono.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads